Ironis : Terkendala Akses Jalan, Bantuan Air Bersih Gagal Menjangkau Korban Gempa Kampung Kawa Nagekeo

NAGEKEO, WBN — Kerusakan infrastruktur jalan menuju Kampung Adat Kawa, Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menghambat distribusi bantuan air bersih bagi warga terdampak gempa.

Kondisi jalan yang buruk membuat armada mobil tangki enggan melintasi jalur tersebut karena risiko keselamatan.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 telah merusak berbagai sarana publik. Sumber mata air warga di sejumlah wilayah, termasuk di Kampung Adat Kawa, berubah menjadi keruh dan tidak dapat dikonsumsi.

Ferdinandus Dhosa, salah satu tokoh pemuda Kampung Kawa, mengungkapkan bahwa penyedia armada tangki air menolak menyalurkan bantuan ke wilayah mereka.

Penolakan tersebut didasari oleh kekhawatiran para sopir akan medan jalan yang rusak berat.Menurut Ferdinandus, upaya negosiasi dengan pemilik armada telah dilakukan selama tiga hari.

Namun, karena kendala medan yang dinilai terlalu berisiko, rencana pengiriman air bersih tersebut akhirnya dibatalkan. Alokasi anggaran untuk pembiayaan air bersih dan ongkos angkut pun terpaksa ditangguhkan.

“Di tengah situasi darurat ini, masyarakat sangat membutuhkan air bersih. Namun, kami terpaksa menghadapi kenyataan bahwa bantuan tidak bisa masuk akibat kondisi infrastruktur,” ujar Ferdinandus, Jumat (28/8/2026).

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nagekeo dapat segera memberikan perhatian dan solusi nyata. Keterlambatan pembangunan infrastruktur jalan ini dinilai berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam.

WBN

 

Share It.....