ENDE, WBN — Warga korban gempa Flores di Desa Nila dan Desa Kekasewa, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, akhirnya menerima bantuan logistik setelah dua minggu terisolasi.
Bantuan terpaksa disalurkan melalui jalur udara menggunakan helikopter dinas Polri karena akses transportasi darat dan laut lumpuh total. Gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores merusak seluruh akses jalan darat menuju kedua desa pesisir tersebut. Medan yang ekstrem membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.
Jalur darat dari pusat kabupaten hanya bisa diakses hingga wilayah Ngalupolo dan Wolotopo. Kondisi warga kian pelik karena moda transportasi laut yang menjadi satu-satunya alternatif warga juga berhenti beroperasi. Hal ini dipicu oleh cuaca ekstrem di perairan selatan Flores serta kekhawatiran warga untuk melaut pascaguncangan gempa.
Kepala Kepolisian Resor Ende Ajun Komisaris Besar Yudhi Franata menjelaskan, evakuasi logistik lewat udara menjadi opsi terakhir yang paling memungkinkan. Pihaknya berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah NTT untuk mengerahkan helikopter Polri P-3202 guna mengirimkan bahan pokok langsung ke titik pengungsian.
“Seluruh desa lain di Kabupaten Ende sudah terjangkau jalur darat. Fokus operasi udara saat ini dialihkan sepenuhnya ke Desa Nila dan Desa Kekasewa sebagai titik paling krusial,” ujar Yudhi, Sabtu (29/8/2026).
Pihaknya juga mengimbau warga di pengungsian untuk tetap tenang selama masa pemulihan pascabencana.Hingga saat ini, kedua desa tersebut menjadi wilayah yang paling lambat tersentuh bantuan akibat kendala geografis.
Perwakilan warga Desa Nila menyampaikan bahwa pasokan makanan yang dibawa oleh helikopter ini merupakan bantuan pertama yang mereka terima sejak gempa melanda dua pekan lalu.
WBN
