Gerak Dalam Diam, Yayasan Dian Flores Indonesia Tanggulangi Ongkos Pendidikan Puluhan Anak Yatim di Ngada

NGADA, WBN — Mimpi anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk terus mengenyam bangku sekolah mendapatkan embusan angin segar.

Melalui gerakan kepedulian yang konsisten, Yayasan Dian Flores Indonesia kembali menyalurkan bantuan pembiayaan pendidikan dan perlengkapan sekolah bagi puluhan anak kurang mampu di wilayah tersebut.

Langkah nyata ini menjadi oase di tengah tingginya tantangan akses pendidikan di wilayah pelosok.

Pada Senin (31/8/2026), sebanyak 20 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan secara resmi menerima bantuan keringanan biaya sekolah. Mereka terdiri dari 13 murid SDI Ubedolumolo Ngada, 6 siswa SMA Negeri 1 Golewa, dan seorang mahasiswi yang tengah menempuh studi di Kampus Citra Bakti Ngada.

Yayasan yang diinisiasi oleh Florianus Lengu, seorang pemerhati sosial asal Kampung Langa, Ngada, ini sebenarnya bukan nama baru. Sejak didirikan pada tahun 2016, lembaga ini memilih bergerak dalam sunyi, merajut asa anak-anak yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga mereka.

“Kami tidak menjanjikan hal yang muluk-muluk. Kami hanya mengajak semua pihak untuk sama-sama mendoakan dan berjuang bersama. Semoga perjalanan anak-anak ini selalu dalam perlindungan Yang Maha Kuasa dan segala jalannya dimudahkan,” ujar Florianus saat mendampingi anak-anak asuhnya.

Solidaritas Lintas Negara

Upaya merawat harapan anak-anak Ngada ini ternyata memantik simpati yang lebih luas, bahkan hingga ke mancanegara. Saskia Schwarz, seorang mahasiswa program magister asal Jerman yang kini tengah berada di Flores, turut turun langsung ke lapangan sebagai salah satu donatur.

Kehadiran Saskia tidak sekadar membawa bantuan materiil, tetapi juga suntikan moral yang berharga bagi anak-anak di pedalaman Flores tersebut. Ia tampak berdialog erat, memotivasi mereka agar tetap optimistis menatap masa depan lewat ketekunan belajar.

“Teruslah bersekolah dan belajar yang giat untuk masa depan kalian. Mereka sangat layak untuk mendapatkan bantuan ini. Saya juga mengajak semua orang yang memiliki kelebihan rezeki untuk saling mengulurkan tangan dan membantu sesama,” tutur Saskia hangat.

Bantuan yang diserahkan kali ini hanyalah bagian kecil dari rantai kebaikan yang telah dirajut Yayasan Dian Flores Indonesia selama satu dekade terakhir.

Di balik angka-angka bantuan tersebut, ada pesan kemanusiaan yang kuat: bahwa kemiskinan tidak boleh menjegal langkah generasi muda Flores untuk menggapai mimpi mereka.

“Kami tidak menjanjikan apapun. Marilah kita sama-sama berdoa dan berjuang agar apa yang telah berjalan ini teruslah berkiprah sesuai yang diharapkan “, tutup Ketua Yayasan Dian Flores. Florianus Lengu.

WBN

Share It.....