NTT, WBN — Yayasan Peduli Cinta Indonesia (YPCI) bersama Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FPNTT) menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bumi di Desa Tadho, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/9/2026).
Selain logistik, tim sukarelawan juga menggelar program pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak di pengungsian. Tim gabungan mendistribusikan sedikitnya 90 paket bahan pokok yang terdiri atas beras, gula, minyak goreng, air mineral, makanan ringan, serta perlengkapan darurat seperti terpal dan pakaian.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat akibat guncangan gempa. Hingga saat ini, sebagian besar warga masih memilih bertahan di tenda-tenda pengungsian darurat karena khawatir akan adanya gempa susulan.
Sebelum mencapai titik kumpul utama, tim sukarelawan menyempatkan diri menyisir tenda-tenda darurat untuk membagikan makanan ringan secara langsung kepada anak-anak pengungsi. Penyerahan bantuan secara simbolis dipusatkan di kediaman salah seorang tokoh masyarakat Desa Tadho, Abdul Rahman Melang.
Seluruh paket bantuan kemudian dibagikan secara estafet kepada warga yang membutuhkan. Abdul Rahman, yang rumahnya juga rusak akibat gempa, menyampaikan apresiasinya atas kedatangan para sukarelawan.
Menurut dia, penyaluran bantuan ini sangat efektif karena berbasis data dan peninjauan langsung di lapangan.
“Kami mengapresiasi bantuan ini karena disalurkan berbasis data riil di lapangan, bukan sekadar kedekatan personal. Langkah yayasan ini bisa menjadi contoh bagi donatur lain agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujar Abdul Rahman.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah FPNTT Bali, Bai Bali, yang hadir mewakili pendiri YPCI Andy Opa Gaul, berharap bantuan stimulan ini dapat meringankan beban hidup warga di pengungsian selama masa pemulihan.
Terapi Trauma di Maurole
Secara bersamaan, aksi kemanusiaan juga dilakukan di posko pengungsian Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, NTT.
Di lokasi ini, Pendiri YPCI Andy Opa Gaul bersama perwakilan FPNTT fokus memberikan layanan psikososial berupa terapi pemulihan trauma bagi anak-anak.
Program ini dirancang untuk mengurangi kecemasan, menghilangkan rasa panik, serta mengembalikan rasa aman bagi warga terdampak, khususnya anak-anak.
Melalui pendampingan psikologis ini, masyarakat diharapkan dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas secara normal pascabencana.
WBN
