Trah Kerajaan Se-Nusantara Gelar Silaturrahmi di Bumi Siliwangi Gunung Salak Bogor

BOGOR – Trah Kerajaan Se-Nusantara melaksanakan acara Silaturahmi Akbar bertempat di Bumi Siliwangi, Gunung Salak, Kampung Cibalay Curug Luhur, Ciapus, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/12/2019).

Kegiatan Silaturahmi Akbar dilaksanakan dengantujuan untuk memperkuat tali silaturami antar anggota pengurus dan sesepuh yang tergabung dalam Group Trah Kerajaan Se-Nusantara.

Dalam kesempatan silaturahmi tersebut dihadiri oleh para sesepuh pengurus dan anggota dari berbagai daerah diantaranya dari Bogor, Jakarta, Bekasi, Banten, maupun dari daerah lainnya

Dedi Susanto Oxygama salah satu anggota yang tergabung dalam kopdar mengatakan, Group Trah Kerajaan Se-Nusantara awalnya diprakarsai oleh Kang Emon yang yang memiliki impian untuk menggabungkan dan mengumpulkan para generasi penerus leluhur Nusantara melalui sosial media Facebook dan saat ini anggotanya sudah mencapai lebih dari 56.000 orang yang tersebar di berbagai penjuru tanah air.

“Dan rencananya akan dibuat legalitas berbentuk badan hukum sehingga dapat berkiprah secara nyata dalam mengangkat budaya adiluhung leluhur Nusantara,” kata Dedy.

Lebih lanjut Dedy, Anggota Trah Kerajaan Se-Nusantara bukan hanya dapat diikuti oleh mereka yang benar-benar memiliki trah Kerajaan seperti para keturunan Raja, Sultan, Pangeran, Raden akan tetapi juga bagi seluruh anak bangsa yang peduli terhadap pelestarian budaya adiluhung leluhur Nusantara.

“Pada dasarnya seluruh Kerajaan Se-Nusantara telah menyatu dan melebur dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga sebagai anak bangsa sejatinya adalah keturunan dari para Raja-raja, Sultan-Sultan, Raden-Raden, sehingga masing-masing memiliki kontribusi yang sama dalam mengangkat harkat dan martabat budaya adiluhung leluhur Nusantara,” ujarnya.

Budaya adiluhung leluhur Nusantara mencakup seni budaya Nusantara, kearifan lokal masing-masing daerah adat istiadat peninggalan-peninggalan berupa candi prasasti-sastra dan babat kuno-alam Nusantara sebagai potensi wisata dan lain sebagainya.

Silaturahmi Akbar dilangsungkan dalam berbagai acara diawali dengan registrasi peserta kemudian Tawasul/Babakti yang dipimpin oleh Ustadz Abah Ari kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pada kesempatan itu Ustadz Abah Ari mewakili para sesepuh menyampaikan kita semua sebagai Maung
adalah Manusia Unggul yaitu Maung Hutan bukan Maung peliharaan apalagi Maung Sirkus yang hanya mendapat makanan kemudian disuruh-suruh oleh orang yang memeliharanya.

“Kita hendaknya menjadi Maung Hutan sebagai manaleluhur kita di masa lampau yang sudah terbukti dan teruji memiliki kehidupan yang keras, menyatu dengan alam di sekitarnya dan selalu semangat dan berani menghadapi
tantangan kehidupan,” ujar Ustadz Abah Ari.

Abah Ari juga menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya bagi panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini mulai dari perencanaan sampai dengan terlaksananya kegiatan ini dengan sukses. (HL)| Tim-WBN.