Nostalgia Permainan Anak Minang Tahun 2000-an

Sumber Foto Bambu Pletokan

 

Dahulu waktu kecil pasti kerjaannya bermain permainan atau mainan tradisional,sampai-sampai berantam karena tidak mau mengalah,main curang,dijailin,dan tidak mengaku kalah.

 

Bagi orang yang lupa bahkan tidak tahu permainan dan mainan MinangKabau,mari kita bahas atau mengingat beberapa permainan dan mainan apa saja yang dimainkan waktu kecil yang cukup populer dikala anda merasa bosan dengan permainan dan mainan zaman sekarang atau sekedar nostalgia dengan masa kecilnya.

 

Benteng

Benteng adalah permainan menjaga benteng dan menyerang benteng.Benteng biasanya berupa tumpukkan sendal yang melingkar.Permainan ini terdiri dari dua tim yang anggotanya sama banyak,biasanya masing-masing tim berisi 4 orang atau lebih.Cara bermainnya cukup gampang,pertama-tama harus menentukan siapa yang menyerang pertama kali dengan cara suit oleh masing-masing wakil tim,lalu anggota tim yang dapat menyerang pertama kali harus berusaha mencapai atau memijak benteng lawan dan anggota tim lain yang bertahan harus menangkap penyerang musuh yang hendak memijak benteng,jika berhasil menangkap anggota tim lain maka dianggap mati dan berdiri di sekitar benteng yang bukan miliknya.Orang yang tertangkap bisa diselamatkan oleh anggota timnya sendiri dengan cara menjemputnya.

Setiap kelompok melakukan serangan dan bertahan secara bergantian berpasangan(satu orang bertahan dari kelompok lain dan satu orang penyerang dari kelompok lain).Permainan ini selesai sampai semua pemain mendapat giliran masing-masing.Dan semakin banyak anggota tim yang tersisa hidup maka itulah pemenangnya.

 

Lempa Batu

Lempa yang artinya lempar/melempar.Permainan ini cara bermainnya tidak dilempar menggunakan tangan melainkan dilempar menggunakan kaki.Cara bermainnya cukup simpel,hanya melempar batu dari belakang garis yang ditentukan(batas menendang batu) dan harus mengenai batu yang berada di dalam garis berbentuk lingkaran maupun persegi ke luar lingkaran maupun persegi.Teknik melemparnya dilakukan di atas kaki,tidak menyentuh tanah,dan menggunakan punggung kaki.Jika tidak bisa menggunakan teknik yang dijelaskan diatas maka bisa menendang batu langsung di tanah,namun hal ini dianggap tidak keren,Sesudah bermain Lempa Batu biasanya kaki terasa sakit dan kemerah-merahan bahkan luka,karena menggunakan batu lebih besar untuk mudah mengenai batu yang menjadi sasaran.

 

Kartu Rokok

Waktu kecil sering koleksi benda-benda yang dianggap keren walaupun itu bungkus rokok.Dan karena rata-rata orang tua terutama Ayah adalah perokok,kita dengan mudahnya mendapatkan bungkus rokok.Untuk bisa mengoleksi berbagai macam bungkus rokok maka terbentuklah permainan Kartu Rokok.Ada satu aturan yang sangat penting sebelum ikut permainan,ialah bungkus rokok memiiki nilainya masing-masing berdasarkan kelangkaan,keunikan,dan kemahalan bungkus rokok,Oleh karena itu sebelum memasang atau ikut bermain pastikan bungkus rokok yang kita pasang harus bernilai setara dengan bungkus rokok pemain lain.Permainan ini sering dimainkan lebih dari dua orang.Cara bermainnya bungkus rokok dilipat menjadi tipis dan ditumpuk hingga tinggi di dalam garis lingkaran,lalu para pemain melempar sendal dari belakang tumpukkan kartu ke depan,siapa yang paling jauh itulah yang pertama melempar,setelah menentukan siapa yang melempar,maka para pemain melempar sendal dari tempat sendal yang dilempar sebelumnya.Jika mengenai dan berhasil mengeluarkan bungkus rokok dari lingkaran,maka sebanyak itulah yang ia dapat.

 

Cik Mancik

Hampir sama dengan permainan Hide And Seek atau Petak Umpet,Anak-anak Minang menyebutnya Cik Mancik.Satu orang menutup mata sambil menghitung sampai selesai,lalu yang lain pergi bersembunyi.Setelah hitungan selesai Si penjaga mencari orang yang bersembunyi dan jika ketahuan Si penjaga harus menepuk dinding yang ia jaga sambil mengucapkan”Nama_indak mancik”.Dan tugas orang yang bersembunyi adalah berusaha menepuk dinding penjaga dengan mengucapkan “Mancik”.

 

Sipak Tekong

Teman saya menyebut permainan ini bernama Batang Kawek,namun versi Minang bernama Sipak Tekong.Tekong adalah kayu/sendal/kaleng disusun tegak.

Cara bermainnya mula-mula Tekong disusun,lalu para pemain melempar sendal kedepan dari belakang tekong,siapa yang paling jauh itu yang pertama,lalu melempar dari tempat sendal yang kita lempar sebelumnya.Jika mengenai tekong maka orang yang dibawahnya menjadi penjaga.Selanjutnya,sama seperti petak umpet akan ada satu orang sebagai penjaga dan yang lainnya bersembunyi.Penjaga mencari orang yang bersembunyi dan menyebutkan nama sambil melangkahi Tekong.Jika hal ini tidak dilakukan,maka orang yang bersembunyi kembali dengan menyepak tekong tersebut.

 

Tembak’an Latoh-latoh

Tembak-menembak adalah hal yang sangat keren dan menyenangkan bagi anak laki laki.Latoh latoh adalah mainan tembakan dari bambu yang berisi kertas bulat atau biji kecil,atau di daerah lain menyebutnya Pletokan Bambu.Biasanya dimainkan pada saat jam istirahat sekolah yang berujung para guru merazia mainan ini dikarenakan bisa membahayakan murid lain terutama para murid cewek yang di isengin sampai menangis.

Sumber Foto Tembakan Stik

Tembak’an Stik

Sebenarnya bukan mainan asli Minang,hanya saja cukup populer pada saat itu.Tembak’an stik dibuat jika tidak bisa membuat latoh-latoh.Banyaknya variasi bentuk tembak’an yang dibuat membuat semakin menyenangkan,seperti berikut ini

 

Bola Kajai

Kajai yang Artinya Karet dalam bahasa Minang.Bola yang dibentuk dengan cara kelereng yang dibalut kertas lalu digulung banyak dengan karet sehinnga berbentuk bulat.Terlihat mudah membuatnya,ternyata cukup sulit untuk membuat satu bola yang bulat dan bagus,karena jika tidak teliti biasanya berbentuk lonjong atau tidak beraturan.

 

Itulah permainan dan mainan ala Minang Kabau yang cukup populer terutama di daerah Padang Panjang dan masih banyak lagi permainan dan mainan yang masih belum dikenalkan,dan juga ada sedikit persamaaan dengan permainan dan mainan daerah lain.

 

Semoga permainan dan mainan Minang Kabau bisa bertahan seiring perkembangan zaman.Oleh karena itu marilah lestarikan budaya tersebut sebagai identitas budaya supaya tidak benar-benar hilang.

 

Nama: Adithia Andrian Rizky

BP: 2010751012

UNIVERSITAS ANDALAS

ILMU BUDAYAS ASTRA JEPANG

Bagikan Info ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •