Media Warisan Budaya Nusantara
Bupati Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur, Raymundus Bena menyerahkan bantuan kepada Stasi Waturoka, SMP Negeri 3 Golewa Selatan, dan SMA Negeri 1 Golewa Selatan, bertempat di Aula Kantor Desa Were II, pada Selasa (21/4).
Penyerahan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program “Murni Kasih” yang menyasar kebutuhan masyarakat bidang keagamaan dan pendidikan.
Bantuan yang diberikan meliputi pembangunan Pastoran Kapela St. Theresia Stasi Waturoka sebesar Rp150 juta, bantuan hibah Rp10 juta untuk kegiatan Porseni SMP Negeri 3 Golewa Selatan, serta bantuan hibah Rp25 juta untuk pengadaan drumband SMA Negeri 1 Golewa Selatan.
Bupati Raymundus Bena menastikan bersama Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu, pemerintah terus mendorong program pembangunan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, hingga kegiatan sosial dan budaya.
Pada kesempatan tersebut Bupati juga mengingatkan azas keadilan dalam proses pendataan penerima bantuan di tingkat desa.
Bupati memesan aparat desa untuk tidak dipengaruhi oleh perbedaan pilihan politik pada masa pemilu.
“Pendataan harus adil dan objektif. Jangan melihat ke belakang, terutama terkait pilihan saat pemilihan. Yang dilihat adalah kondisi masyarakat hari ini,” tegasnya.
Bupati juga menekankan agar setiap bantuan yang diterima digunakan secara tepat dan disertai dengan laporan pertanggungjawaban.
“Gunakan bantuan ini dengan baik dan penuh tanggung jawab. Harus ada laporan, supaya ke depan kita bisa terus saling percaya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada, Blandina Mamo, dalam kesempatan yang sama menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan di tingkat desa. Ia mendorong optimalisasi peran kelompok dasawisma dan kader posyandu sebagai ujung tombak pemberdayaan keluarga.
Menurutnya, perempuan perlu diberikan ruang untuk berdaya, termasuk melalui dukungan anggaran desa dan pemanfaatan peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), baik di sektor pertanian maupun peternakan.
Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap pendidikan anak usia dini serta penguatan budaya literasi di lingkungan keluarga.
“Buku adalah sumber ilmu dan jendela dunia. Orang tua perlu membiasakan anak membaca dan menggunakan buku sebagai referensi belajar,” kata Blandina.
Ketua Tim Penggerak PKK Ngada turut membagikan buku tulis kepada seluruh siswa-siswi yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pendidikan di kalangan pelajar.
WBN
