Jakarta|WBN — Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menghadiri kegiatan China–Indonesia Promotional Event yang berlangsung di Ballroom 3, Hotel Mulia Senayan, Selasa (28/4/2026). Forum internasional tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia melalui Sekretariat Jenderal sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Lecturer Series dan diskusi panel itu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari kedua negara untuk membahas isu strategis pembangunan. Tema utama yang diangkat meliputi tata kelola pemerintahan, pembangunan kawasan, pengembangan ekonomi daerah, hingga strategi pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Kehadiran Bupati Sumba Timur dalam forum tersebut dinilai menjadi langkah penting bagi daerah untuk membuka ruang komunikasi internasional sekaligus memperluas jejaring kerja sama lintas negara. Di tengah tantangan pembangunan wilayah kepulauan dan kebutuhan peningkatan kesejahteraan masyarakat, forum semacam ini menjadi sarana pertukaran gagasan yang bernilai strategis.
Dalam suasana dialog yang berlangsung dinamis, para peserta saling berbagi pengalaman mengenai praktik pembangunan yang dianggap berhasil diterapkan di masing-masing wilayah. Berbagai pendekatan pembangunan berbasis kolaborasi, inovasi pelayanan publik, serta penguatan kapasitas daerah menjadi bagian penting dalam pembahasan forum tersebut.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menyampaikan bahwa partisipasinya dalam forum internasional itu bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan menjadi kesempatan untuk menyerap berbagai perspektif baru yang dapat diterapkan dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih terbuka terhadap pengalaman dan praktik terbaik dari berbagai negara, terutama yang berkaitan dengan penguatan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Berbagai pembelajaran yang diperoleh dari forum ini tentu menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam merancang pembangunan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Sumba Timur,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa hubungan kerja sama internasional tidak hanya penting pada level pemerintah pusat, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi daerah. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah dalam forum global dinilai dapat membuka peluang investasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga kerja sama sektor pembangunan lainnya.
Forum tersebut turut menjadi ruang diplomasi pembangunan yang mempertemukan berbagai lembaga nasional dan internasional. Kegiatan ini diselenggarakan bersama oleh State Council Information Office of the People’s Republic of China, China International Communications Group, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia, serta Kementerian Transmigrasi RI.
Melalui forum ini, pemerintah Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat memperkuat sinergi pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara merata.
Bagi Kabupaten Sumba Timur, keterlibatan dalam forum internasional seperti ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas peluang kolaborasi pembangunan di masa mendatang. Pemerintah daerah berharap hasil diskusi dan jejaring yang terbentuk dapat memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumba Timur.
✍️Asis Dapa Ngole
