Wakil Bupati SBD Buka LPI 2026: Saatnya Sepak Bola Daerah Bangkit

WBN|TAMBOLAKA — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menunjukkan keseriusannya membangun masa depan sepak bola daerah melalui pembukaan resmi Liga Pelajar Indonesia (LPI) Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Galatama Tambolaka, Jumat, 15 Mei 2026.

Pembukaan kompetisi pelajar terbesar di wilayah itu dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka di hadapan ratusan pelajar, guru, official tim, dan masyarakat yang memadati lokasi pertandingan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya, unsur Polres Sumba Barat Daya, perwakilan Kodim 1629/Sumba Barat, Ketua KONI Kabupaten Sumba Barat Daya beserta jajaran, Camat Kota Tambolaka, pengawas sekolah, serta para kepala sekolah peserta LPI.

Sebanyak 43 sekolah dari jenjang SMA, SMK, MA, dan SMAK ambil bagian dalam kompetisi yang akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Bagi Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, ajang ini bukan sekadar turnamen antar pelajar, melainkan bagian dari gerakan besar pembinaan sepak bola usia muda yang selama ini mulai mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Atmosfer pembukaan berlangsung meriah. Sorak-sorai pelajar, yel-yel sekolah, hingga antusiasme para suporter menghadirkan semangat tersendiri di Lapangan Galatama. Namun di balik semarak kompetisi itu, tersimpan pesan yang lebih besar: Sumba Barat Daya sedang membangun fondasi sepak bola dari sekolah-sekolah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka menegaskan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia penyelenggara, kepala sekolah, pelatih, guru pendamping, serta semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini hingga dapat terlaksana dengan baik,” ujar Wakil Bupati.

Menurutnya, Liga Pelajar Indonesia harus dipandang lebih luas daripada sekadar perebutan gelar juara. Kompetisi ini merupakan ruang pendidikan karakter bagi para pelajar agar belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat sportivitas.

“Liga pelajar bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga merupakan sarana pembentukan generasi muda dalam membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama tim, serta semangat sportivitas,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan arah pembangunan olahraga di Sumba Barat Daya yang kini mulai bergerak lebih serius dan terstruktur. Pemerintah daerah tampak ingin menjadikan sepak bola sebagai salah satu instrumen pembangunan sumber daya manusia sekaligus ruang lahirnya prestasi anak-anak daerah.

Di tengah keterbatasan sarana olahraga di sejumlah wilayah Indonesia Timur, langkah Sumba Barat Daya membangun kompetisi usia muda secara konsisten dinilai sebagai langkah strategis. Pemerintah daerah sadar bahwa talenta sepak bola tidak lahir secara instan, tetapi harus ditempa melalui kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.

Obsesi besar itu bahkan tersirat saat Wakil Bupati memberi suntikan motivasi kepada para peserta LPI dengan mengaitkan kompetisi pelajar ini dengan perjuangan klub kebanggaan daerah, Persada Sumba Barat Daya, yang tengah mempersiapkan diri menuju Liga 4 Nasional.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa para seniormu di tim Persada Sumba Barat Daya tengah tekun berlatih dalam persiapan menuju Liga 4 Nasional. Jadi mari sama-sama kita mendukung dalam doa semoga semuanya berjalan lancar dan sukses,” kata Wakil Bupati disambut tepuk tangan para pelajar.

Ucapan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya sedang berupaya membangun kesinambungan antara sepak bola pelajar dengan sepak bola kompetitif tingkat daerah dan nasional.

Lebih jauh, Wakil Bupati bahkan menyampaikan harapan besar agar dari Liga Pelajar Indonesia lahir pemain-pemain berkualitas yang suatu saat mampu memperkuat Persada Sumba Barat Daya hingga menembus level nasional.

“Siapa tahu mungkin dari LPI ini bisa menghasilkan pemain yang berkualitas dan dapat membawa serta mengharumkan nama Persada Sumba Barat Daya sampai tingkat nasional, bahkan mungkin bisa membawa nama Negara Republik Indonesia tercinta,” lanjutnya.

Pernyataan itu bukan sekadar motivasi simbolik. Dalam beberapa tahun terakhir, gairah sepak bola di Pulau Sumba memang terus tumbuh. Banyak turnamen lokal digelar dan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola semakin tinggi. Namun pemerintah daerah tampaknya ingin melangkah lebih jauh: bukan hanya menciptakan euforia pertandingan, tetapi membangun sistem pembinaan yang berjenjang.

LPI menjadi salah satu pintu masuk untuk menemukan talenta-talenta muda potensial dari sekolah-sekolah yang selama ini mungkin belum tersentuh pembinaan profesional. Dari lapangan sekolah, pemerintah berharap lahir pemain-pemain yang mampu bersaing di level provinsi, nasional, bahkan internasional.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan positif di kalangan pelajar sebagai bagian dari pembangunan generasi muda yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing tinggi.

Di tengah tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, olahraga dipandang sebagai ruang positif untuk membangun mentalitas, memperkuat solidaritas, dan menjauhkan pelajar dari berbagai pengaruh negatif.

Karena itu, Liga Pelajar Indonesia 2026 bukan hanya tentang siapa yang keluar sebagai juara. Kompetisi ini telah menjadi simbol harapan baru sepak bola Sumba Barat Daya.

Dari Lapangan Galatama Tambolaka, mimpi besar itu mulai dibangun — bahwa suatu hari nanti, anak-anak muda dari pelosok SBD tidak hanya bermain di turnamen lokal, tetapi mampu berdiri di panggung sepak bola nasional, bahkan mengenakan lambang Garuda di dada mereka.

✍️Asis DN

Share It.....