Gotong Royong untuk Nagekeo: Keluarga Jacob Nuwa Wea Ringankan Beban Korban Gempa Flores

NAGEKEO, WBN — Keluarga besar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Gotong Royong almarhum Jacob Nuwa Wea, yang tergabung dalam Andi Gani Nena Wea Group, kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di wilayah Kotakeo, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (25/8/2026).

Penyaluran bantuan logistik ini dipusatkan di Gereja Paroki Santo Yakobus Rasul. Fasilitas keagamaan ini menaungi empat desa terdampak yang dihuni oleh sekitar 800 kepala keluarga (KK). Adapun paket bantuan yang diserahkan meliputi kebutuhan pokok harian, seperti beras, mi instan, telur, minyak goreng, serta perlengkapan tidur berupa kasur.

Perwakilan keluarga almarhum Jacob Nuwa Wea, William Yani Wea, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud nyata solidaritas dan kepedulian keluarga terhadap penderitaan warga Flores pascabencana.

“Kami hadir membawa bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudara yang terdampak gempa. Kami berharap upaya ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit,” ujar William di Nagekeo, Selasa.

William menambahkan, nilai-nilai kemanusiaan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil merupakan amanah yang selalu dijaga oleh keluarga besar Jacob Nuwa Wea. Melalui aksi ini, ia ingin memastikan bahwa masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa pemulihan.

“Kami berdoa semoga seluruh masyarakat diberikan kekuatan, kesehatan, dan ketabahan untuk bangkit kembali serta menjalani kehidupan seperti sedia kala. Dalam situasi seperti ini, hal terpenting adalah saling menguatkan,” kata William.

Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat setempat, di antaranya Pastor Paroki Santo Yakobus Rasul Emilianus Deru (Romo Onci), Kepala Desa Kotakeo Sil Elbo, Kepala Desa Kotakeo I Simon Nuwa, dan Kepala Desa Kotakeo II Ipin Lebi. Hadir pula perwakilan DPD KSPSI DKI Jakarta, Deri Nurhadi, serta anggota keluarga besar lainnya, Maria Yohana Iga dan Nimus Dapa Tunga.

Sebagai informasi, gempa tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa terletak di Laut Flores dekat Kabupaten Nagekeo dengan kedalaman dangkal 15 kilometer.

Bencana ini menjadi salah satu gempa bumi terkuat yang mengguncang NTT sejak peristiwa tsunami Flores pada tahun 1992 silam. Dampak kerusakan dilaporkan meluas di sejumlah wilayah Pulau Flores, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Ende, dan Ngada, dengan ribuan rumah tinggal serta fasilitas publik mengalami kerusakan berat.

WBN – Wil

Share It.....