ENDE, WBN — Kepolisian Resor Ende bersama Polda Nusa Tenggara Timur menyalurkan bantuan sosial dan menggelar pemulihan trauma (trauma healing) bagi warga terdampak gempa bumi di Dusun Keudoa, Desa Demulaka, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, Kamis (27/8/2026).
Upaya ini difokuskan untuk memulihkan kondisi psikologis warga, terutama anak-anak, dua pekan pascagempa melanda Pulau Flores. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Polres Ende Ajun Komisaris Besar Yudhi Franata, didampingi Perwira Pengamat Wilayah (Pamatwil) Kepala Bidang Hukum Polda NTT.
Pemulihan psikologis melibatkan tim dari Bagian Psikologi Polda NTT, Subbagian Psikologi Personel Polda Jawa Timur, serta Konselor Polres Ende. Sejak pukul 14.45 Wita, tim psikologi mengajak anak-anak berinteraksi melalui berbagai permainan edukatif.
Pendekatan humanis ini bertujuan meredakan kecemasan dan mengembalikan keseimbangan emosional anak-anak agar tidak berlarut dalam trauma akibat bencana. Yudhi Franata menjelaskan, intervensi psikologis sangat dibutuhkan karena sebagian warga masih didera kekhawatiran dan takut untuk tinggal di dalam rumah, meskipun gempa utama telah berlalu 14 hari.
“Fokus utama kami saat ini adalah memberikan imbauan dan edukasi agar masyarakat tenang, tidak panik, serta merasa aman untuk kembali tinggal dan beraktivitas di dalam rumah. Gempa susulan bermagnitudo kecil sudah jauh berkurang,” kata Yudhi.
Selain pemulihan trauma, kepolisian mendistribusikan 1.000 paket bantuan sembako dari Ketua Umum Bhayangkari. Bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kecamatan Wewaria sebanyak 443 paket, Kecamatan Wolowaru dan Maurole 500 paket, serta Desa Demulaka sebanyak 50 paket.
Pelayanan kesehatan juga diberikan oleh Tim Dokter Kesehatan (Dokkes) Polres Ende dengan dukungan penuh dari tim bantuan Polda Jatim, Polda NTB, dan Polda Bali.
Robertus Lima, warga Dusun Keudoa, menyampaikan apresiasinya atas gerak cepat pihak kepolisian dalam membantu pemenuhan logistik dan mendampingi warga di masa pemulihan.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 16.15 Wita dalam situasi yang aman dan kondusif. Warga diharapkan dapat segera kembali beraktivitas normal tanpa dibayangi kecemasan berlebihan.
WBN
