NAGEKEO, WBN — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi warga terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di lokasi pengungsian Lapangan Berdikari Danga, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (27/8/2026).
Presiden tiba di Lapangan Berdikari Danga sekitar pukul 15.06 WITA menggunakan kendaraan taktis Maung, setelah menempuh perjalanan udara menggunakan helikopter dari Labuan Bajo menuju Markas Batalyon Infanteri 743/Prasetya Mulia (sebelumnya ditulis Batalion TP 84/WM).
Kedatangan Kepala Negara disambut antusias oleh ribuan warga yang telah memadati lokasi sejak pagi hari.Sebelum kedatangan Presiden, para pengungsi telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari tenaga kesehatan TNI. Selain itu, pemulihan trauma (trauma healing) melalui metode permainan dan bernyanyi juga diberikan kepada anak-anak korban terdampak, didukung dengan penyediaan dapur umum oleh personel TNI dan Polri.
Sesuai rencana awal, Kepala Negara dijadwalkan mengunjungi tujuh titik di Kabupaten Nagekeo. Namun, keterbatasan waktu akibat agenda kunjungan kerja di daerah lain membuat peninjauan dipusatkan di Lapangan Berdikari Danga.
Dalam arahannya di hadapan para pengungsi, Presiden Prabowo menegaskan sejumlah poin strategis terkait penanganan bencana dan visi pembangunan:Respons Cepat dan Kehadiran Negara: Presiden menjamin bahwa pemerintah pusat tidak akan tinggal diam dan memastikan seluruh kebutuhan logistik serta bantuan darurat segera disalurkan.
“Percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan kalian sendirian. Kita akan terus membantu saudara-saudara,” ujar Presiden.
Pemerintah menetapkan target waktu tiga minggu untuk memulai pembangunan hunian sementara (huntara) dan rehabilitasi fasilitas publik. Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar anak sekolah akan difasilitasi menggunakan tenda darurat.
Kepala Negara mengajak semua pihak untuk memetik pelajaran dari bencana alam ini guna memperkuat sistem kesiapsiagaan ke depan.
Di tengah situasi darurat, Presiden memastikan program MBG tetap berjalan di Nagekeo guna menjaga pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, serta memberikan rasa aman bagi kelompok lansia.
Presiden menegaskan bahwa penanganan pascabencana merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah untuk membangun kesejahteraan yang merata dari tingkat desa, kecamatan, hingga seluruh wilayah NTT dan Indonesia.
WBN – Wil
