ENDE, WBN— Satuan Samapta Kepolisian Resor (Polres) Ende bergerak cepat membersihkan puing bangunan dan mendirikan tenda kelas darurat di Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) Sare Orha, Desa Rukuramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/9/2026).
Langkah ini dilakukan guna memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa tetap berjalan pasca-bencana gempa bumi.Aksi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Samapta Polres Ende Inspektur Satu Jacob Steven Bessie dengan melibatkan 12 personel.
Sejak pukul 09.25 WITA, para personel bergotong-royong menyingkirkan material bangunan yang rusak terdampak gempa, dilanjutkan dengan mendirikan fasilitas tenda darurat sebagai ruang kelas sementara. Kapolres Ende Ajun Komisaris Besar Yudhi Franata menyampaikan, pendirian tenda darurat ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat.
Fokus utama aksi ini adalah memulihkan sektor pendidikan serta menjaga psikologis dan semangat belajar anak-anak di wilayah terdampak.
“Kami ingin memastikan anak-anak di TKN Sare Orha tetap bisa bersekolah dengan nyaman meskipun dalam situasi darurat pasca-gempa. Polri berkomitmen penuh memastikan pelayanan publik dan pemulihan pasca-bencana berjalan cepat,” ujar Yudhi.
Yudhi menambahkan, personel Sat Samapta akan terus disiagakan untuk memulihkan fasilitas publik yang terdampak, sekaligus memastikan kondisi keamanan di seluruh wilayah Kabupaten Ende tetap kondusif.
Sementara itu, Kepala TKN Sare Orha Atina Syahrir menyampaikan apresiasinya atas bantuan dari Polres Ende. Sekolah tersebut terdampak guncangan gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.
“Kami berterima kasih kepada jajaran Polres Ende yang telah membantu membersihkan puing-puing dan mendirikan tenda. Bantuan ini sangat berarti agar proses pembelajaran siswa dapat langsung berlanjut besok dan seterusnya,” kata Atina.
Seluruh rangkaian pembersihan dan pendirian tenda darurat tersebut selesai pada pukul 13.30 WITA dalam situasi yang aman dan lancar.
WBN
