Hingga Awal September, Rentetan Gempa Susulan Flores Menembus 10.747 Kali

NTT, WBN — Aktivitas tektonik di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur, masih terus menunjukkan pergerakan pascagempa utama bermagnitudo 7,7.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, hingga Selasa (1/9/2026) pukul 05.00 WIB, jumlah gempa bumi susulan (aftershocks) yang terjadi di kawasan tersebut telah menembus angka 10.747 kali.

Dari rekaman seismograf BMKG, intensitas kekuatan gempa susulan sangat bervariasi. Magnitudo terbesar yang pernah tercatat mencapai M 6,2, sementara kekuatan terkecil berada di magnitudo M 0,9.

Meskipun mayoritas gempa susulan bermagnitudo kecil dan tidak dirasakan oleh masyarakat, BMKG mencatat ada 36 aktivitas gempa yang memiliki kekuatan di atas M 5,0. Secara akumulatif, terdapat 161 gempa susulan yang getarannya nyata dirasakan oleh warga di sekitar pusat gempa.

Rentetan gempa susulan dalam jumlah besar ini merupakan karakteristik umum yang terjadi pada struktur sesar setelah mengalami rilis energi utama yang masif. Proses ini mencerminkan pelepasan sisa energi tektonik guna mencapai kembali keseimbangan kerak bumi di wilayah patahan Flores.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta menghindari bangunan yang sudah retak atau rusak akibat guncangan sebelumnya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi kedinasan BMKG.

WBN

Share It.....