NGADA, WBN — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bravostart Mataloko menggelar kegiatan ziarah rohani, retret, dan aksi sosial melibatkan segenap warga belajar Sekolah Paket A, B, dan C.
Ziarah rohani digelar di Paroki Salvatoris Resurgentis Boba, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (3/9/2026).
Menurut Pengelola Bravostart, Benediktus Lagho, kegiatan ini ditujukan sebagai upaya pemulihan trauma (trauma healing) bagi para siswa pasca-gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026. Perjalanan ziarah yang didampingi oleh para tutor, tidak hanya berfokus pada pembinaan rohani, tetapi juga dipadukan dengan serangkaian aksi kemanusiaan.

Para peserta melakukan bakti sosial berupa pembersihan sampah di Pantai Enabhara serta membersihkan material batu yang mengganggu akses transportasi akibat longsor di kawasan Wolongizu saat gempat utama bermagnitudo 7,7.
Setelah itu, para peserta juga melakukan ziarah ke Gua Maria di pesisir Pantai Boba. Pimpinan PKBM Bravostart Mataloko yang juga Anggota DPRD Kabupaten Ngada, Benediktus Lagho, memanfaatkan momentum ini untuk meninjau fasilitas publik dan menyerap aspirasi warga di Kantor Desa Boba.
Dalam kunjungan tersebut, Benediktus menyerahkan bantuan fasilitas penerangan untuk kantor desa serta meninjau langsung sejumlah bangunan sekolah yang mengalami keretakan struktur akibat gempa. Rangkaian kegiatan berpusat di Aula Paroki Salvatoris Resurgentis Boba dan disambut langsung oleh Pastor Paroki, Pastor Wilfridus Anin, SVD, bersama Pastor Pembantu, Francesco Bohdan, SVD dan Pastor Rekan, Yohanes Laba Iri SVD.
Pastor Wilfridus Anin, SVD menyampaikan apresiasinya atas inisiatif PKBM Bravostart Mataloko. Menurutnya, pemulihan psikologis bagi anak-anak dan remaja pasca-bencana memerlukan pendekatan yang kreatif dan integratif.

“Membangkitkan anak-anak dari trauma gempa membutuhkan upaya yang kreatif. Langkah yang dipilih Bravostart sangat tepat karena mengemas ziarah dengan aksi sosial dan rekreasi. Kita berharap masyarakat perlahan bisa bangkit,” ujar Pastor Wilfridus.
Ia menambahkan, meski dampak gempa di wilayah Boba tergolong ringan, beberapa fasilitas umum termasuk dinding gereja setempat turut mengalami keretakan.
Sementara itu, Benediktus Lagho menyampaikan terima kasih atas sambutan dan bimbingan rohani yang diberikan oleh pihak paroki kepada para warga belajar.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan motivasi dan ruang bagi siswa untuk memulihkan kondisi mental mereka agar dapat kembali beraktivitas dengan normal nantinya”, tutup Bene Lagho.
WBN
