ENDE, WBN — Polres Ende bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Ende menyalurkan bantuan pendidikan dan bahan pangan pokok untuk santri di Pesantren Walisanga, Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (2/9/2026).
Bantuan ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan proses belajar-mengajar di pondok pesantren tersebut.Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kapolres Ende AjKBP Yudhi Franata bersama Ketua Bhayangkari Cabang Ende Yuke Yudhi Franata.
Bantuan dari Ketua Umum Pengurus Pusat Bhayangkari tersebut menyasar 91 santri yang menempuh pendidikan di tingkat taman kanak-kanak (TK), madrasah tsanawiyah (MTs)/SMP, hingga madrasah aliyah (MA)/SMA.
“Kami menyalurkan amanah bantuan tali asih dari Ibu Ketua Umum Bhayangkari. Bantuan ini meliputi pakaian seragam sekolah untuk tingkat SMP dan SMA, sepatu untuk anak TK, serta kebutuhan pokok logistik pesantren seperti beras dan perlengkapan kompor gas,” ujar Yudhi melalui keterangan tertulis.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres beserta rombongan juga meninjau kondisi ruang kelas dan ruang guru. Yudhi berpesan kepada para santri agar tetap tekun menuntut ilmu meskipun jauh dari keluarga. Menurut dia, pendidikan merupakan fondasi utama bagi generasi muda untuk meraih cita-cita dan berkontribusi bagi bangsa.
Ketua Yayasan Pesantren Walisanga Siti Halimah Syadiyah menyampaikan apresiasinya atas kepedulian yang diberikan oleh Pengurus Pusat Bhayangkari dan Polres Ende. Bantuan sarana pendidikan dan logistik tersebut dinilai sangat meringankan beban operasional pesantren dan orangtua santri.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan perlengkapan sekolah dan logistik ini. Semoga bantuan ini membawa berkah bagi proses pendidikan anak-anak kami di sini,” kata Siti.
Senada dengan Siti, Aisyah, salah satu perwakilan santri Pesantren Walisanga, juga menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia berharap bantuan ini dapat memotivasi rekan-rekan sesama santri untuk belajar lebih giat. Acara penyerahan bantuan ditutup dengan dialog santai dan foto bersama antara jajaran kepolisian, pengurus yayasan, pemerintah kecamatan setempat, serta para santri.
WBN
