Pascagempa Flores: Muncul Suara Gemuruh dan Migrasi Burung, Warga Riung Cemas

NGADA, WBN — Sejumlah warga dan tokoh masyarakat di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengkhawatirkan munculnya fenomena alam yang tidak biasa pascagempa tektonik yang mengguncang kawasan Flores Barat.

Selain mendengar suara gemuruh dari bawah tanah pada tengah malam, warga juga menyaksikan kawanan burung yang mendadak bermigrasi secara tidak teratur ke arah laut maupun daratan.

“Fenomena ini baru pertama kali terjadi di wilayah kami, tepatnya setelah gempa besar lalu. Suara gemuruhnya cukup menakutkan dan terjadi pada larut malam. Bersamaan dengan itu, kawanan burung terbang berhamburan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Riung, Muhlis Manepo pada Minggu (13/9/2026), malam.

Menurut warga, perilaku tidak biasa dari satwa liar dan kemunculan suara gemuruh besar dari dalam bumi tersebut memicu kecemasan akan adanya potensi gempa susulan.

Merespons situasi psikologis warga yang masih diselimuti trauma, para tokoh masyarakat setempat mendesak Pemerintah Kabupaten Ngada untuk mengevaluasi kembali kebijakan penanganan bencana.

Mereka meminta pemerintah daerah tidak terburu-buru mencabut status masa tanggap darurat bencana di wilayah tersebut. Langkah perpanjangan masa tanggap darurat dinilai penting untuk memastikan kesiapsiagaan logistik, keamanan, serta memberikan waktu bagi otoritas terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mengkaji secara ilmiah fenomena yang sedang terjadi.

Sampai berita ini diturunkan, warga diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

WBN

 

Share It.....