ENDE, WBN — Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, mengeluarkan Surat Gembala khusus pascabencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
Melalui surat tertanggal 12 September 2026 tersebut, pihak Keuskupan menyerukan gerakan solidaritas nyata serta instruksi penghapusan pesta pora demi membantu warga yang terdampak.
Dalam surat yang mengangkat tema dari Kitab Mazmur, “Wajah-Mu kucari, ya Tuhan”, Mgr. Paulus menegaskan bahwa bencana alam ini bukanlah sebuah hukuman dari Tuhan, melainkan panggilan iman untuk memperkuat kepedulian sosial.
“Di tengah penderitaan akibat bencana, Tuhan tidak pernah memalingkan wajah-Nya. Wajah Tuhan hadir dan tampak nyata dalam diri saudara-saudari kita yang kehilangan anggota keluarga, warga di tenda pengungsian, anak-anak yang trauma, serta para relawan yang mengulurkan tangan membantu,” ujar Mgr. Paulus Budi Kleden.
Empat Panduan Pemulihan
Surat Gembala yang dibacakan menjelang Pesta Pemuliaan Salib Suci pada 14 September 2026 ini menetapkan empat poin panduan yang wajib dijalankan oleh seluruh umat di wilayah Keuskupan Agung Ende:
Penghentian Pesta Keagamaan: Seluruh perayaan yang menyertai acara keagamaan, seperti Komuni Pertama, Pernikahan, Tahbisan Imam, hingga Ulang Tahun Paroki, wajib ditiadakan atau disederhanakan secara maksimal.
Anggaran yang semula dialokasikan untuk pesta harus dialihkan untuk pemulihan ekonomi keluarga dan biaya pendidikan anak-anak korban gempa.
Mitigasi Konflik Sosial dalam Distribusi Bantuan
Pembagian bantuan logistik harus mengutamakan aspek keadilan berbasis skala prioritas kebutuhan, bukan sekadar asas sama rata. Uskup mengingatkan umat untuk menjaga keharmonisan agar tidak memicu konflik internal.
Menurutnya, potensi bencana sosial berupa perpecahan akibat pembagian bantuan harus dicegah sejak dini.
Liturgi yang Adaptif dan Aman: Pelayanan sakramen seperti Permandian, Komuni Pertama, Pernikahan, dan Krisma tetap berjalan dengan syarat mutlak dilaksanakan di lokasi yang aman dan layak di bawah koordinasi pastor paroki setempat.
Sinergi Bersama Pemerintah: Keuskupan mendukung penuh langkah pemulihan yang dipimpin oleh pemerintah. Fokus utama diarahkan pada tiga hal, yaitu pendampingan psikososial (trauma healing), pemulihan ekonomi warga, serta rehabilitasi hunian dan fasilitas umum yang aman gempa.
Apresiasi Relawan
Di akhir Surat Gembala, Mgr. Paulus Budi Kleden menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang bergerak cepat di garda terdepan penanganan bencana.
Apresiasi tersebut ditujukan kepada Tim Tanggap Darurat Bencana Keuskupan Agung Ende yang dikoordinasikan oleh Romo Reginald Piperno Bego, Caritas Indonesia, relawan kemanusiaan, jajaran pemerintah, keuskupan tetangga, serta para donatur.
Tim Tanggap Darurat dipastikan akan terus mengawal masa transisi ini hingga Tim Pemulihan Pascagempa Bumi Flores Keuskupan Agung Ende resmi terbentuk untuk membantu masyarakat Flores bangkit dari situasi sulit.
WBN
