Lomba Karapan Marmut Kesenian Beluang, Meningkatkan Ekonomi

Lumajang, Jawa Timur – Karapan atau balapan marmut yang di selenggarakan di desa Kaliboto Lor, kecamatan Jatiroto Lumajang Jawa Timur tidak hanya sebagai hoby, hiburan semata namun ajang lomba ini menjadi mempererat silaturahmi dan menaikan harga jual hewan yang bernama marmut ini.

Penggemar balap marmut tidak hanya masyarakat Lumajang akan tetapi peserta di dominasi dari luar kabupaten Lumajang seperti kabupaten Jember dan Probolinggo, para penggemar karapan marmut tidak hanya membawa satu hewan rata-rata dua ekor bahkan ada yang lebih dari jumlah tersebut.

Di katakan Sulhanto yang merupakan panitia lomba karapan marmut, lomba ini selain mengisi hiburan dan menyalurkan merawat binatang juga mencari nilai ekonomi seperti marmut yang di bernama Jaguar milik Erico warga dusun Krajan satu RT 12 RW 02 Kaliboto Lor kabupaten Lumajang ini, telah empat kali menjuarai karapan dengan nomor satu. Empat lokasi lomba marmut yang di beri nama Jaguar menduduki juara pertama bahan satu kali meraih hadiah sepeda motor dan tiga kali hadiah utama TV seperti yang di gelar di kecamatan Pasirian baru-baru ini.

“Pernah mendapatkan juara satu dengan hadiah sepeda motor lomba di kabupaten Probolinggo”, kata Sulhanto di temui di arena lomba, Minggu (07/07).

Lebih lanjut Sulhanto mengatakan marmut yang mendapatkan juara di lomba bisa tembus di angka Rp 2 juta penawaran berminat seperti marmut bernama Jaguar milik Erico, marmut yang di ikutkan kerapan harganya rata-rata ratusan ribu rupiah mengingat perawatan yang di lakukan tidak mudah bukan beli di pasaran langsung di ikutkan kerapan.

Area kerapan sepanjang 35 meter sampai 40 meter dan lebar 2,5 meter, sistim lomba di lepas dua ekor kecuali pada tahap final tiga ekor untuk merebut juara satu, dua dan tiga. Menyinggung pendaftaran lomba masing-masing tempat tidak sama tergantung besar dan kecilnya hadiah yang di siapkan panitia.

Kata Sulhanto yang merupakan anggota Kodim 0821 Lumajang untuk menjadikan kerapan marmut kesenian yang pasti harus ada campur tangan pemerintah dan peternak, sejauh ini dia memandang ajang yang di gelar selain menjadi hiburan warga yang memberikan ruang pada pedagang makan berjualan.

“Lomba hari ini bisa sampai malam di lihat peserta yang datang cukup banyak dan lomba akan di mulai sekitar pukul 13:00 WIB, dari itu area lomba telah di siapkan lampu penerangan”, pungkas Sulhanto.

Penulis / Peporter Efendi | Red-wbn HS