Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada Flores Susun Bahan Ajar Kebudayaan
Foto Berita : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada : Vinsensius Milo, M.M"

WBN, NTT – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Vinsensius Milo, M.M., memastikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat tengah meramu Bahan Ajar Kebudayaan guna dipakai sebagai materi pengajaran para guru di setiap sekolah di wialayh Kabupaten Ngada dalam menyajikan pelajaran kebudayan lokal kepada para siswa-siswi, mulai tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas.

Penegasan tersebut diutarakan Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo menjawab wawancara media Warisan Budaya Nusantara, perwakilan Redaksi Nusa Tenggara Timur, di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bajawa, Ngada, Nusa Tenggara Timur (21/02/2020).

Foto Berita : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada : Vinsensius Milo, M.M”

“Dalam rangka memperkuat pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngada tengah meramu Bahan Ajar Kebudayaan untuk diberikan kepada para Guru di sekolah sebab sampai saat ini di Ngada masih mengalami kekurangan bahan ajar kebudyaan. Kami juga berupaya agar pemenuhan kekurangan bahan ajar kebudayaan bisa segera teratasi dalam waktu dekat”, ungkap Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo, MM.

Penyusunan bahan ajar kebudayaan yang sedang digarap oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngada, lanjut Vinsensius Milo, mengacu pada sejumlah kajian kebutuhan materi – materi dasar kebudayaan lokal serta kajian aspek kompetensi para pengajar untuk diterapkan di Ngada.

Menurut dia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat telah menghasilkan penulisan buku-buku kebudayaan lokal sebagai pustaka pengetahuan untuk diajarkan kepada para pelajar, namun meski demikian, hal itu tidak bisa serta merta dipakai sebagai materi tunggal untuk bahan ajar, karena harus diterjemahkan lagi secara lebih spesifik dan lebih terukur, disesuaikan dengan pokok-pokok bahasan mata pelajaran sesuai usia tingkatan pendidikan sekolah, yakni bagi tingkat SD, SLTP dan SLTA.

Dia berharap karya penyusunan Bahan Ajar Kebudayaan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngada bisa lebih cepat diselesaikan untuk menjawab target percepatan dukungan bahan ajar dalam pengetahuan kebudayaan lokal dalam dunia pendidikan di Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Red WBN NTT/Aurelius Do’o) | redpel ndra.