Dari Detukeli, SMKN 6 Ende Siap Pasok Kebutuhan Pangan Lokal dan MBG

ENDE, WBN – Di tengah berbagai keterbatasan yang dialami, SMK Negeri 6 yang berada di Kampung Wolobheto. Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memacu pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) generasi muda bangsa melalui berbagai kegiatan produktif sekolah.

Sebagai lembaga pendidikan yang berfokus pada penguasaan keahlian terapan, SMK Negeri 6 Ende terus menunjukkan eksistensi secara produktif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“SMKN 6 Ende memiliki tiga program keahlian unggulan, yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Agribisnis Ternak Unggas (ATU), dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Ketiga program tersebut menjadi fondasi utama mencetak lulusan yang siap bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi”, ungkap Kepala Sekolah Herman Bheo, S.Pd, Rabu (3/6/2026).

Produk Pembelajaran Berbasis Praktik

Melalui Program Studi ATPH, para siswa tidak hanya belajar teori dalam ruang kelas, melainkan terlibat langsung dalam pengelolaan lahan pertanian produktif.

Bergerak dalam diam, SMKN 6 Ende telah memproduksi berbagai komoditas unggulan antara lain tanaman tomat, kol, sawi, kacang panjang, dan cabai keriting.

Hasil-hasil pertanian menjadi bukti nyata bahwa peserta didik SMKN 6 telah mampu mengembangkan keterampilan budidaya tanaman yang sesuai dengan kebutuhan pasar masyarakat lokal.

Sementara itu, Program Studi ATU terus mengembangkan budidaya ayam pedaging yang menjadi salah satu sumber protein hewani penting bagi masyarakat.

Melalui pengelolaan yang terstruktur dan pembelajaran berbasis praktik, sekolah mampu menyediakan stok ayam pedaging yang siap memenuhi kebutuhan konsumsi lokal.

Di bidang teknologi, Program Studi RPL juga terus berinovasi. Saat ini sekolah sedang mempersiapkan pembangunan studio mini yang akan digunakan sebagai pusat aktivitas podcast sekolah. Kehadiran studio tersebut diharapkan menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan digital, komunikasi, produksi konten, dan kreativitas di era teknologi informasi.

Kepala Sekolah
Kepala Sekolah

Mendukung Program Masyarakat dan MBG

Tenaga lapangan sekolah, Dionisius Bele,S.P.,Gr. menjelaskan bahwa seluruh aktivitas produktif yang dilakukan siswa dan guru tidak hanya bertujuan sebagai media pembelajaran, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami terus mengoordinasikan kegiatan produksi tanaman pangan dan peternakan ayam agar berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Hasil yang diperoleh sangat berguna bagi masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung ketersediaan pangan lokal. Selain itu, produk pertanian dan peternakan yang dihasilkan juga memiliki potensi besar untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Detukeli,” jelas Dionisius Bele.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam proses produksi sejak tahap perencanaan, pemeliharaan hingga pemasaran memberikan pengalaman kerja nyata yang sangat dibutuhkan di dunia usaha dan dunia industri.

Jangan Ragukan SMKN 6 Ende

Kepala SMKN 6 Ende di Wolobheto, Herman Bheo, S.Pd.,Gr. menyampaikan bahwa SMKN 6 Ende berkomitmen menjadikan SMKN 6 sebagai sekolah vokasi yang mampu menjawab tantangan zaman melalui pendidikan yang berkualitas, karakter yang kuat, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang dan sukses. Di SMKN 6 Ende, kami tidak hanya mendidik siswa agar menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, tanggung jawab, serta jiwa kewirausahaan”, kata Kepala Sekolah.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Ende, khususnya Kecamatan Detukeli dan sekitarnya, mempercayakan pendidikan putra-putrinya menimba ilmu di SMKN 6 Ende, demi membangun generasi muda yang mandiri, produktif, dan siap menghadapi masa depan.

Menurutnya, keberhasilan sekolah selain diukur dari prestasi akademik, juga dari kemampuan lulusan dalam memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan daerah.

SMKN 6 di Wolobheto, lanjut Kepala Sekolah, siap menjadi pusat pendidikan vokasi yang berdampak, dengan mengedepankan kekuatan pada sektor pertanian, peternakan, dan teknologi digital.

Kepala Sekolah Herman Bheo melalui Humas SMKN 6 menyebut berbagai produk yang dihasilkan siswa adalah bukti bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan pengembangan potensi daerah.

Ia juga menekankan kolaborasi sekolah bersama masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, untuk terus mencetak generasi muda yang kompeten, kreatif, serta mampu menjadi penggerak pembangunan di Kabupaten Ende dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Fasilitas Minim, Karya Maksimal

Pendidikan idealnya didukung oleh fasilitas yang memadai. Namun, realitas SMKN 6 Ende menunjukkan pemandangan yang kontras dan ironis.

Gedung ruangan kelas ala kadar menjadi makanan sehari-hari bagi para siswa dan guru. Mereka berkembang di tengah keterbatasan ruang maupun alat dan daya laboratorium komputer canggih.

Bangunan ruang kelas bahkan dikerjakan setengah jadi, proyeknya mangkrak hingga 10 tahun tanpa pemecahan masalah. Mereka juga dililit keterbatasan alat peraga sains dan hanya mengandalkan kreativitas guru menciptakan media belajar alternatif dari bahan alam sekitar.

Meski penuh keterbatasan dan seadanya, SMKN 6 Ende tetap mampu melahirkan inovasi, prestasi dan standar akademik secara bertahap sesuai harapan.

Fasilitas yang minim gagal memasung kreativitas dan daya juang SMKN 6 Ende. Mereka terus berjuang menciptakan prestasi di tengah keterbatasan.

Masyarakat setempat berharap pemerintah dan para pemangku kepentingan menyadari kewajiban moral untuk menjamin fasilitas pendidikan. Bagaimanapun, jika dengan fasilitas minim saja mereka mampu menciptakan karya maksimal, bayangkan betapa besarnya potensi yang bisa mereka capai jika didukung oleh fasilitas yang layak dan setara.

WBN

 

 

 

Share It.....