Peringati Hari Bahasa Ibu, Lembaga Basa Lan Sastra Dermayu

WBN, Indramayu,  JABAR – Dalam rangaka memperingati hari bahasa ibu internasional berdasarkan UNESCO Yang di tetapkan setiap  tanggal 21 february. BSD (Lembaga Basa Lan Sastra Demayu) Jum’at (21/2).

Supali Kasim, M. Pd. Yang biasa di panggil Supali, juga sebagai ketua LBSD, mengadakan peringatan tersebut dengan dengan tema “Dina Basa mimi Se-jagat”

Bertempat di “Sanggar Mulia bhakti” Desa Tambi Kec. Sileg Kab.Indramayu.

kegiatan berlangsung sederhana tapi meriah dan padat makna, dimana selain membahas Bahasa Mimi (Ibu) dengan menghadirkan para pakar bahasa dermayu, dan menghadirkan Tarka sutaraharja sebagai penerjemah bahasa jawa kuno, serta melakukan praktek menulis aksara jawa di daun lontar.

Adung AG, juga mendemokan Puisi Rupa, Dan beberpa seniman dan budayawan senior ikut menampilkan selain juga kuliner khas dermayu si sajikan, dari makanan maupun minumanya.

Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kab.Indramayu, H.Muhamad Solihin, S . Sos,I yang akrab di panggil Kang Solihin.

Dalam Sambutanya Kang Solihin mengatakan “Sangat mendukung sekali kegiatan yang di lakukan oleh LBSD ini, dan kebetulan kang solihin sebagai Koordinator komisi 2 dan 3, dimana Budaya Dan Pariwisata adalah bagian yang di perhatikannya.

Kang solihin juga mengatakan siap membantu semaksimal mungkin akan membantu terwujudnya harapan LBSD ini yang akan mengakat ke arifan budaya lokal.

Dan meminta segera di bentuk team yang akan menyusun buku sejarah Indramayu yang mendekati kebenaran, dan akan memfasilitasinya.

Karena sudah seharusnya sebagai wakil Rakyat mengedepankan kepentingan masyarakat.

Dan sejarah adalah bagian dari jatidiri daerah yang kebenaranya harus di luruskan, tanpa ada interfensi dan kepentingan dari penguasa, karena sejarah adalah sesuatu yang harus di jaga dan di lestarikan serta di kenalkan ke generasi penerus, jangan di belok belokan hanya untuk kepentingan penguasa”

Pemaparan harapan kang solihin disambut baik oleh para tokoh budayawan dan seniman indramayu yang hadir salam acara tersebut.

Kegiatan di lanjutkan dengan partisipasi dari para senior budayawan dan seniman dengan dengan berbagai macam pertunjukan menggunakan bahasa indramayu di Antaranya:

1) Supali (maca crita cindek)

2) Dasma Adiwijaya (macapat)

3) H. Nono Haryono (monolog)

4) Abdul Aziz (maca dedonga)

5) Bambang Arwito (tembang macapat)

6) Bi Yang Lana (maca puisi)

7) Saptaguna (badékan)

8) Ibrohim N (pidato)

9) Faris Al Faisal (puisi)

10) Isad Suaeb (tari topéng samba)

11) H. Suparma (tembang pujian)

12) Adung AG ( puisi-rupa)

13) Yodhi (maca puisi)

14) Ranti, Ismaya (Tari Topeng)

15) Ayi SapuJogan (puisi)

16) Tarka Sutaraharja (nulis lontar)

17) Afud Ballada (maca crita guyon)

18) Wangi Indriya (tembang macapat)

Acara di tutup dengan makan bersama bancakan, (makan bersama 3-4 orang d alam satu wadah besar, )

(Euis-Uned)|redpel ndra