KTNA, DPR dan MPR Giat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

WBN, Kab. BEKASI – Reses atau masa reses adalah masa dimana anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan kegiatan diluar masa sidang, terutama diluar gedung MPR. Misalnya untuk melakukan kunjungan kerja. Baik yang dilakukan anggota secara perorangan maupun berkelompok.

Dalam kesempatan kali ini H. Drg. Putih Sari, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Jabar 7, yang meliputi 3 wilayah yaitu Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bekasi, melakukan kunjungan kerja ke Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi. Tepatnya di kediaman Darissalam, Kp. Pangarengan RT. 014/06. (Rabu, 11/11/2020)

Hadir sebagai tuan rumah Ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Bekasi Darissalam, Ibu Supadma (yang merupakan Ibunda dari Ketua KTNA Darissalam), Drg. H. Putih Sari, Kades Sukadaya Sartija Arizona beserta staff dan jajarannya, BhabinKantibmas Eko Wijaya, Tokoh Ulama, Tokoh Masyarakat, dan bapak/ibu keluarga besar Kampung Pangarengan.

Ketua KTNA Darissalam dalam sambutan pertamanya menyampaikan keterkaitan kehadiran H. Drg. Putih Sari diDesa Sukadaya tersebut,” yaitu dalam rangka silaturahmi dan menjalankan tugas beliau yaitu Dengar Pendapat Masyarakat dalam rangka mensosialisasikan empat pilar kebangsaan , yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar 1945 (UUD 45), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika,’ paparnya.

Lanjutnya,” Mudah-mudahan acara sosialisasi pada siang hari ini, kami atas nama masyarakat sebagai peserta mendapat ilmu sehingga apa yang dimaksud dengan Empat Pilar Kebangsaan menjadi pedoman hidup kita dalam rangka bermasyarakat bernegara dinegara tercinta Republik Indonesia,”.

Sementara itu Kades Sartija dalam kesempatan lainnya juga memberikan sekapur sirih dalam giat tersebut,” alhamdulillah pada kesempatan siang ini kita bisa hadir memenuhi undangan Darissalam dikediaman, dan kami atas nama pemerintahan Desa Sukadaya mengucapkan selamat datang kepada Ibu H. Drg. Putih Sari didesa kami untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan,” tutur Kades Sartija.

Menurutnya lagi,”saya juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dewan yang telah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat, dan bantuan padat karya didesa kami, yang seyogyanya masyarakat Sukadaya dapat menikmati bantuan demi bantuan dari program-program yang diperjuangkan lewat tangan Drg. Putih Sari, semoga kedepannya masih banyak program- program tersebut yang dapat kita serap dan diupayakan untuk dapat meringankan beban masyarakat khususnya didesa Sukadaya ini,” lepasnya dengan panjang lebar.

Dalam acara intinya, H. Drg. Putih Sari memaparkan alasan dirinya berada ditengah-tengah masyarakat Kp. Pangarengan Desa Sukadaya. ” Saya selaku anggota DPR, yang juga merupakan bagian anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), memiliki tugas untuk terus memberikan sosialisasi. Namun hari ini agendanya ” dengar pendapat” atau lebih kepada mendengarkan masukan-masukan, kaya gimana sih situasi warga hari ini terkait dengan implementasi Pancasila, implementasi Undang-undang Dasar kita, bagaimana kerukunan warga yang diikat dalam Bhineka Tunggal Ika, dengan komitmen kita bersama didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,’

Giat yang lebih dikemas dalam obrolan santai ini, H. Drg. Putih Sari lebih menegaskan pada pemaparan keberadaan ancaman terkait isue-isue radikalisme atau isue paham yang kondisinya mengkhawatirkan, yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila. Dimana pada saat ini mulai merasuki kehidupan masyarakat.

Mungkin secara tidak sadar hadir dilingkungan kita. Inilah yang sama-sama harus diantisipasi kan. Karena terkadang hal-hal tersebut tidak datang secara terang-terangan, mungkin melalui kelompok masyarakat, seperti kelompok organisasi kemasyarakatan, yang memungkinkan merubah cara pandang masyarakat kita terhadap perbedaan yang ada. Baik itu dari perbedaan agama, suku, juga warna politik. Itu yang harus diantisipasi.bersama.

Apalagi implementasi Pancasila dirasakan banyak yang memudar. Yang tadi diakibatkan propaganda isue-isue yang bisa mengganggu ideologi. Dan pada akhirnya menimbulkan sikap-sikap yang tumbuh dimasyarakat.

 

Terlebih ditemgah Pandemi Covid19 ini. merupakan satu tantangan tersendiri kepada kita semua untuk bisa mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila. Karena memang melawan Pandemi Covid19 tidak bisa perintah sendiri. Butuh gotong royong dan kebersamaan dalam membatasi, mengurangi penyebaran virusnya, yaitu dengan mengikuti anjuran pemerintah mematuhi protokol kesehatan (prokes). Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak (physical distancing).

 

Menurut Dewan Putih Sari, dampak dari Pandemi Covid19 ini sangatlah luas, yang utama pada perekonomian negara yang tentunya berimbas kepada seluruh warga masyarakat, belum lagi terhadap dunia pendidikan yang tentunya sangat mempengaruhi kualitas dari generasi anak-anak kita semua kedepannya. Maka dari itu beliau di DPR RI semaksimal mungkin mensupport sistem pendidikan yang berlaku selama Pandemi Covid19, tentunya dengan anggaran yang memadai , bagaimana memastikan sarana dan prasarananya. Karena tidak semua wilayah Indonesia itu tercover sinyal internet. Contohnya di Bekasi ini, sinyal internetnya terkadang “ada dan tiada”. Maka dari itu kebutuhan infrastrukturnya harus dipenuhi, sehingga tidak mengganggu sistem pembelajaran.

 

Hal ini akan terus kita kawal supaya bisa berjalan dengan baik. Termasuk kemarin juga ada program bantuan Dana BOS yang dialihkan menjadi bantuan Smartphone untuk dibagikan kepada siswa-siswa. Artinya banyak juga program pemerintah selama Pandemi Covid19 yang mengalami penyesuaian.

 

Kalau terkait dengan Undang-Undang Dasar , banyak Norma aturan hukum yang berubah semenjak pasca reformasi. Masyarakat dikasih kewenangan yang lebih luas untuk memilih langsung kepala daerah dan kepala negara.. Itulah salah satu yang berubah terkait undang-umdang dasar. Dari tahun 1945, sudah mengalami empat kali perubahan , empat kali amandemen pada aturan-aturan yang berubah termasuk sistem ketatanegaraan. Juga perubahan dalam lembaga negara. Dimana MPR itu sekarang merupakan Lembaga Tinggi Negara, sama kedudukannya denga Presiden, DPR, DPD, BPK, MA, MK.

 

Intinya, dalam kunjungan kali ini Drg. Putih Sari benar-benar berharap bisa menampung semua aspirasi masyarakat dan kemudian bisa beliau support dan diperjuangkan untuk direalisasikan sampai semua aspirasi itu bisa berjalan dengan baik, tentunya tetap memperhatikan semua prosedur yang berlaku.

 

(Ayu)