PKBM Bravo Start Mataloko Gratiskan Pendidikan Si Yatim Jimi Longa
Foto Si Yatim Jimi Longa dipandu Tutor Bahasa Indonesia, Ibu Maria Machtildis Dhiu Pendidikan Non Formal Paket A Bravo Start Mataloko Ngada, (31/1/2026)

Media Warisan Budaya Nusantara 

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bravo Start Mataloko Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur secara resmi memutuskan untuk membebaskan ongkos pendidikan Si Yatim Jimi Longa hingga lulus kesetaraan tingkat SLTA.

Si Yatim Jimi Longa yang putus pendidikan saat kelas enam sekolah dasar akibat himpitan ekonomi, setelah bertahum-tahun berjuang bertahan hidup, akhirnya memiliki kesempatan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket A atau setara Sekolah Dasar, di PKBM Bravo Start Mataloko.

Ia mendapat kebijakan sekolah gratis mulai Paket A atau setara Sekolah Dasar, Paket B setara Sekolah Menengah Tingkat Pertama, hingga lulus pendidikan kesetaraan tingkat SMA.

Kepastian kebijakan sosial khusus ini disampaikan langsung oleh Pengelola Bravo Start Mataloko yang juga sebagai Anggota DPRD Ngada Partai Demokrat, Benediktus Lagho, S.Pd kepada wartawan, pada Sabtu, (31/1/2026).

Pengelola Bravo Start Mataloko, Benediktus Lagho, S.pd
Pengelola Bravo Start Mataloko, Benediktus Lagho, S.pd

“Kami Bravo Start telah memutuskan biaya sekolah Jimi Longa bebas murni mulai Paket A, B maupun C. Saat ini Jimi mengikuti Paket A, ia ditangani para Tutor agar kemampuannya terus diasah dengan baik dan benar. Tiga target yang kami tekankan yakni kemampuan Jimi membaca, menulis dan berhitung. Selanjutnya kami akan terus mendorong Jimi untuk memiliki kemampuan tambahan lainnya, agar kelak bisa menjadi modal baginya dalam menjalani peran kehidupan”, ungkap Benediktus Lagho.

Kebijakan bebas murni seluruh biaya pendidikan Jimi Longa, lanjut wakil rakyat daerah pemilihan Golewa raya, Benediktus Lagho, merupakan wujud dukungan PKBM Bravo Start dalam mengangkat derajat pendidikan setiap warga negara, serta sikap nyata terhadap orang susah yang benar-benar membutuhkan pertolongan uluran tangan dari sesama.

Sebelumnya dikabarkan, Si Yatim Jimi Longa asal Kampung Wogo Kecamatan Golewa Ngada, ssejakusianya masih 10 tahun berjibaku membantu ibunya yang juga mempunyai keterbatasan fisik.

Jimi terpaksa putus sekolah di bangku kelas 6 SeSekola Dasar, berjalan keliling lintas kampung, antar desa menjual sayur, menjual kue, hingga menukar sebungkus wortel dengan sekilo beras, demi membantu menyambung hidup, bersama ibu dan adik perempuannya semata wayang yang pada saat itu masih sangat kecil.

Sejak usia 10 tahun Si Yatim Jimi Longa telah menjadi tumpuan harapan sang ibunda dan saudari kecilnya, ia menjadi tulang punggung keluarga, ia terus berjalan kaki dari kampung ke kampung, antardesa, menempuh belasan kilo meter mencari sesuap rezeki hingga usia remaja.

Meski usianya telah memasuki remaja, sambil berjuang mencari nafkah, Jimi Longa tetap memiliki mimpi yang kuat, ia berkeinginan bisa memiliki ijazah SD SMP hingga SMA.

Jimi akhirnya bertemu Pengelola Pendidikan Non Formal Bravo Start Mataloko, Benediktus Lagho dan diajak mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A, setara Sekolah Dasar.

Saat kabar ini diturunkan pada akhir  Januari 2026, Si Yatim Jimi Longa tengah menempuh pendidikan Paket A atau setara Sekolah Dasar di Bravo Start Mataloko Ngada.

WBN

Share It.....