Media Warisan Budaya Nusantara
Seorang Pelaku Usaha Kecil asal Desa Tarawali Kecamatan Soa Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kornelis Dopo (47) mengeluhkan kesulitan mendapatkan bantuan modal usaha untuk memperkuat pengembangan usaha berjualan keripik yang diproduksinya sejak tahun 2016.
Kornelis memulai usaha produksi keripiknya dengan modal ala kadar dan memasarkannya ke Soa, Bajawa dan Aimere, namun masih dalam skala kecil.
Ia sering menawarkan keripik buatannya ke kantor -kantor pemerintah di Kota Bajawa.
“Kesulitan yang saya alami adalah modal usaha untuk mengembangkan produksi. Saya pernah mengajukan proposal minta bantuan dana usaha ke pihak pemerintah tetapi belum dapat rejeki. Usaha keripik yang saya bangun sudah lengkap dengan izin usahanya, NIB dan PIRT ataupun izin edar. Saya berharap bisa mendapat bantuan dari daerah”, ungkap Kornelis.
Keripik yang diproduksinya diberi nama Keripik Kita, diantaranya Keripik Ubi, Keripik Pisang, Keripik Pisang Bumbu, Keripik Ubi Bumbu, Keripik Pisang Manis dan Keripik Talas.
Harga Keripik cukup terjangkau dalam kisaran Rp.10.000 hingga Rp.20.000.
Ia juga mengeluh mengalami kesulitan untuk mengkondisikan rumah produksi karena selama ini masih melakukan aktivitas produksi di rumah tempat tinggal.
Kornelis mengaku untuk menghidupi rumah tangga ia mengandalkan usaha produksi keripik, walaupun masih dalam skala kecil-kecilan.
Kornelis memiliki tiga orang anak, dua orang laki-laki dan satu orang perempuan.
Dari ketiga anaknya satu orang kuliah di Stiper Flores Bajawa jurusan peternakan semester I, satu orang lagi kuliah Unika Kupang semester II. Sedangkan yang ketiga masih di bangku Sekolah Dasar Kelas V.
Menurutnya, keunggulan Keripik Kita yang diproduksinya adalah renyah, gurih, citarasa lokal, bebas bahan pengawet.
Untuk menghubungi Kornels dan pemesanan Keripik Kita dapat melalui nomor : 085 238 412 605.
WBN
