Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat, Nagekeo Dorong Pembangunan Rumah Aman
Anggota DPRD Nagekeo NTT, Maria Roswita Mea Laki (24) / foto WBN

Media Warisan Budaya Nusantara

Seiring grafik kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terus meningkat dari masa ke masa, setiap daerah perlu mengambil langkah nyata dalam menangani persoalan sensitif yang satu ini.

Anggota DPRD Nagekeo NTT, perutusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maria Roswita Mea Laki (24) ketika ditanyai wartawan mengatakan untuk Nagekeo DPRD tengah mendorong pembangunan Rumah Aman sebagai langkah nyata menjawab kebutuhan.

Hal tersebut dikatakan Anggota DPRD termuda Nagekeo Maria Roswita kepada wartawan di sela Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Ende, Nagekeo dan Ngada, yang berlangsung di Aula MBC Bajawa, pada Sabtu (25/4/2026).

“Kami di DPRD Nagekeo saat ini tengah menggodok untuk pembangunan Rumah Aman bagi kebutuhan perempuan dan anak. Kami akan melakukan kaji banding dulu, kebetulan di Flores ini ada di Manggarai, maka akan dilakukan kaji banding. Mereka sudah melakukan kerja sama dengan biarawan biarawati khususnya susteran. Pengawasan melalui kerja sama dengan biarawan biarawati lebih terorganisir”, kata Maria Roswita.

Diketahui, dalam rangka memberikan perlindungan fisik dan psikis bagi individu dalam kondisi terancam, serta tempat aman bagi perempuan dan anak-anak korban kekerasan, pelecehan atau eksploitasi, membutuhkan adanya Rumah Aman (Safe House).

Rumah Aman merupakan tempat kediaman sementara yang dirahasiakan, aman dan nyaman, berfungsi melindungi saksi, korban kekerasan (KDRT, seksual, anak) ataupun pihak terancam dari bahaya pelaku. Lokasinya dirahasiakan, dilindungi dengan standar keamanan khusus.

Sebelumnya pernah diberitakan media WBN, Kejaksaan Negeri Ngada merilis Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo Darurat Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

WBN

 

Share It.....