Media Warisan Budaya Nusantara
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyoroti kebijakan penggusuran lapak di Kawasan Sempadan Pantai Ndao, yang menuai protes keras dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) serta oleh sejumlah elemen.
Sorotan PKB Ende terungkap saat media WBN mewawancarai salah satu kader PKB Ende yang juga sebagai Anggota DPRD setempat, Nikolaus Bhuka dalam sesi keterangan pers kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Ende, Nagekeo dan Ngada, bertempat di Aula MBC Bajawa, pada Sabtu (25/4/2026).
Nikolaus Bhuka menyoroti aspek kemanusiaan atas kebijakan penggusuran tersebut.
“Sebagai partai yang lahir dari keberagaman masyarakat, PKB hadir sebagai garda terdepan dalam mengawasi kebijakan di daerah. Tentu dengan segala konsekuensinya. Kami menyoroti kebijakan itu harus memperhatikan aspek-aspek kemanusiaan. Pendekatan hukum juga tidak boleh mengabaikan aspek kemanusiaan, sebab Undang-undang sekalipun mempertimbangkan aspek kemanusiaan selain sisi filosofis dan yuridis”, ujar Nikolaus Bhuka.
Ia juga menyoroti kebijakan relokasi PKL.
“Terkait relokasi, tetap disoroti sebab itupun masih menyisakan catatan serius”, tutup Wakil Rakyat PKB DPRD Ende, Nikolaus Bhuka, (25/4)
WBN
