Media Warisan Budaya Nusantara
Dalam rangka memperkuat Underwater Domain Awareness dan meningkatkan kemampuan operasional penyelamatan bawah air, TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengirimkan delegasi perwira terbaiknya untuk berpartisipasi dalam latihan internasional Kurtaran Exercise-26 yang diselenggarakan di Aksaz Naval Base, Turki.
Rilis TNI AL (27/4) menjelaskan delegasi Indonesia diwakili oleh dua perwira menengah selaku observer yakni Kolonel Laut (P) Ferry Kurniawan, M.Han., dari Koarmada III serta Letkol Laut (P) Hadhito Prayoga dari Koarmada II.
Kehadiran perwakilan TNI AL dalam latihan berskala global tersebut merupakan langkah strategis dalam menyerap teknologi dan prosedur penyelamatan kapal selam mutakhir.
Fokus Latihan pada Kurtaran Exercise-26 ini merupakan penyelamatan Kapal Selam dan Teknologi Sonar. Latihan Kurtaran-26 dirancang pada level operasional yang mencakup tahapan Harbour Phase dan Sea Phase. Fokus utama latihan terbagi dalam dua materi inti yakni Search Exercise (Searchex) yang menekankan pada kompleksitas pengoperasian Sonar dan Multibeam Echosounder untuk mendeteksi posisi kapal selam yang mengalami kedaruratan serta Submarine Rescue Exercise (Smarex) yang menitikberatkan pada prosedur evakuasi medis dan penyelamatan fisik menggunakan perangkat canggih seperti CANN, Remotely Operated Vehicle (ROV), Deep Submergence Rescue Vehicle (DSRV), Chamber, hingga prosedur Medevac.
Keikutsertaan delegasi TNI AL dalam latihan internasional ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan bahwa peningkatan kapabilitas (Capability) dan profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM) adalah prioritas utama.
WBN
