BAJAWA, WBN — Paru Andreas kembali terpilih untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, masa bakti 2026–2031.
Melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Aula Hotel Edelweis, Bajawa, Jumat (26/6/2026), Andreas berhasil mengamankan mayoritas suara dari para pemilik hak pilih.
Dalam pemungutan suara tersebut, Andreas mengantongi 13 suara dari total 16 hak suara yang sah, atau setara dengan 81 persen dukungan. Hasil ini mengukuhkan posisinya untuk melanjutkan kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut di Kabupaten Ngada selama lima tahun ke depan.
Ketua DPD I Golkar NTT Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto mengapresiasi proses konsolidasi internal yang berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya penguatan struktur partai hingga ke tingkat akar rumput pasca-Musda.
“Lakukan konsolidasi sampai tingkat terbawah dan pastikan pemutakhiran data pengurus. Tingkatkan soliditas Golkar Ngada dan teruslah bergerak melakukan kaderisasi,” ujar Fransiskus di Bajawa, Jumat malam.
Fransiskus juga mengingatkan pengurus baru untuk menjaga keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam struktur organisasi. Di sisi lain, target politik yang dibebankan kepada kepengurusan baru ini adalah menambah minimal satu kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Menanggapi mandat tersebut, Paru Andreas menyatakan kesiapannya untuk menjalankan instruksi dari pengurus pusat maupun provinsi. Fokus utamanya dalam waktu dekat adalah memperkuat kelembagaan partai dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa.
Ia juga mengungkapkan masih banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan dan perlu dikerjakan oleh Partai Golkar Ngada kedepan.
“Golkar Ngada siap melakukan persiapan sedini mungkin menuju pemilu dengan mengacu pada agenda pusat maupun provinsi,” kata Andreas.
Sementara itu, Sekretaris DPD I Golkar NTT Wilhelmintje S. Libby Sinlaeloe mengingatkan kader di daerah untuk tetap memegang teguh prinsip dasar partai dalam mengawal kebijakan pemerintah lokal.
“Dalam mengawal pembangunan, jangan lupa prinsip Partai Golkar, yakni kritis, objektif, dan proporsional. Kami mendorong hal ini dalam spirit kemitraan dan pengawasan,” tutur Wilhelmintje.
Proses Musda XI ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD I Golkar NTT, organisasi kemasyarakatan (ormas), simpatisan, para Ketua PAC Golkar seluruh kecamatan wilayah Ngada, Anggota Fraksi Golkar beserta pimpinan DPRD Ngada Romilus Juji yang merupakan kader Golkar, serta unsur organisasi sayap partai.
WBN Redaksi NTT
