WAINGAPU, — Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2026 di Kabupaten Sumba Timur diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian desa. Melalui berbagai program inovatif, para mahasiswa fokus menciptakan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.26 Juni 2026
Mewakili Bupati Sumba Timur, Sekretaris Daerah Umbu Ngadu Ndamu, S.H., M.Si., menerima langsung tim KKN-PPM UGM dalam audiensi dan pemaparan program kerja di Ruang Rapat Bupati. Pertemuan strategis ini bertujuan menyatukan visi antara pemerintah daerah dan akademisi dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.
Tahun ini, UGM kembali memilih Kecamatan Kanatang dan Kecamatan Matawai La Pawu sebagai lokasi pengabdian. Langkah ini mempertegas komitmen kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan untuk mengoptimalkan potensi pedesaan Sumba Timur.
Tema yang diusung adalah “Penekanan Angka Stunting melalui Penguatan Kedaulatan Pangan Lokal Mandiri Berbasis Pertanian, Peternakan, dan Perikanan serta Edukasi Kesadaran Kesehatan dan Pendidikan”. Fokus ini diambil karena stunting berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan. Pendekatan UGM melalui penguatan pangan lokal dinilai sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
Di sektor kesehatan, program “Genting Sehat Desa” dihadirkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup bersih, pemenuhan gizi, sanitasi, dan pencegahan stunting sejak dini.
Tidak hanya kesehatan, mahasiswa UGM juga mendorong sektor ekonomi dan digitalisasi. Melalui program “Jelita Kanatang”, pelaku usaha desa dibimbing memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar produk lokal hingga ke tingkat nasional dan internasional. Sementara itu, program “Agroindustri Kreatif Kanatang” memberikan nilai tambah pada hasil pertanian, peternakan, dan perikanan mentah menjadi produk olahan siap jual.
Pada sektor pendidikan, program “Kanatang Mengajar” hadir untuk membangun karakter generasi muda melalui pembelajaran berbasis lingkungan dan kreativitas.
Di Kecamatan Matawai La Pawu, pengembangan potensi diarahkan ke Desa Katikutana dan Desa Prai Bokul. Kedua desa ini memiliki kekayaan alam melimpah yang berpotensi menjadi motor ekonomi melalui sektor agrowisata, pertanian, dan peternakan berbasis teknologi tepat guna.
Sekretaris Daerah, Umbu Ngadu Ndamu, mengapresiasi kepercayaan UGM yang konsisten memilih Sumba Timur. Ia menegaskan program-program mahasiswa sangat selaras dengan agenda prioritas pemda, khususnya dalam penurunan stunting dan pemberdayaan ekonomi. Umbu menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan dukungan penuh.
Keberhasilan KKN ini tidak diukur dari banyaknya seremoni, melainkan dari dampak nyata yang ditinggalkan bagi masyarakat. Sinergi antara Pemkab Sumba Timur dan UGM diharapkan menjadi fondasi kuat terwujudnya masyarakat yang sejahtera, tangguh, dan berdaya saing di masa depan.
——————————
✍️Asis DN
Kontributor WBN SUMBA
——————————
