KKNT Gentaskin: Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Bawa Misi Kemanusiaan di Pelosok NTT
Ketua STIPER Flores Bajawa, Dr. Nicolaus Noywuly bersama Dosen dan peserta KKNT

NGADA, WBN — Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) resmi melepas 100 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT).

Para mahasiswa ini mengemban misi khusus dalam Program Gerakan Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (Gentaskin) yang tersebar di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Acara pelepasan berlangsung khidmat di Kampus C STIPER FB, Turekisa, Kabupaten Ngada, Jumat (3/7/2026).

Ritual pelepasan diawali dengan perayaan misa Katolik yang dipimpin langsung oleh Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Audit Internal (LPMAI) STIPER Flores Bajawa, RD Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil.,M.Si (Han).

Ketua STIPER Flores Bajawa, Dr. Nicolaus Noywuli, S.Pt.,M.Si menyatakan bahwa keikutsertaan ini merupakan bentuk kontribusi nyata kampus dalam merespons persoalan sosial di NTT.

Program ini berjalan atas kerja sama dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV serta beberapa perguruan tinggi lain di Provinsi NTT.

“STIPER merupakan salah satu kampus yang mengirimkan peserta terbanyak, yakni seratus mahasiswa,” ujar Nicolaus.

Selama kurang lebih dua bulan, para mahasiswa akan disebar ke berbagai titik krusial. Lokasi KKNT mencakup lima kecamatan di Kabupaten Flores Timur, berikutnya Kecamatan Nangaroro di Kabupaten Nagekeo, Kecamatan Jerebuu di Kabupaten Ngada, serta wilayah Ranamese, Elar, dan Elar Selatan di Kabupaten Manggarai Timur.

Di lokasi-lokasi tersebut, mahasiswa akan berfokus pada intervensi program di bidang pangan, pemenuhan gizi, kesehatan, pendidikan, serta penguatan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat lokal.

Sementara itu, RD Dr. Rofinus Neto Wuli mengingatkan para mahasiswa akan besarnya tanggung jawab yang mereka pikul.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar tugas akademik, melainkan sebuah panggilan moral.

“Mahasiswa program ini hendaknya memiliki spirit keimanan yang tinggi serta spirit kebangsaan untuk hadir dan terutus di tengah masyarakat semaksimal mungkin, sebagai generasi muda masa depan NTT yang diharapkan,” tutur RD Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil.,M.Si (Han).

Perwakilan Mahasiswa STIPER FB saat menjawab wartawan menyampaikan bahwa KKNT merupakan momen aplikasi ilmu di tengah-tengah masyarakat.

“Kami berbangga karena mendapat momen kerja nyata kepada masyarakat. Kami disebar ke desa-desa guna melebur dengan masyarakat desa. Saatnya menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya belajar di kampus, tetapi hadir memberi manfaat nyata. Disana kami akan menemukan persoalan-persoalan yang sesungguhnya kemudian bagaimana meramunya guna menemukan solusi-solusi yang baik serta rekomendasi untuk pembangunan dan pemerataan”, ungkap Herdi Temaluru, Resti Woa dan Jein Lede, peserta KKNT STIPER Flores Bajawa.

WBN

Share It.....