BAJAWA, WBN — Pastor Pembina Rohani dan Mental Anggota TNI-Polri Katolik Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, RD Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil.,M.Si (Han),
mengingatkan pentingnya kekuatan rohani sebagai fondasi moral aparat keamanan.
Kedisiplinan batin dinilai menjadi modal utama bagi personel dalam menjaga integritas dan profesionalisme di lapangan.
Hal tersebut disampaikan RD Rofinus Neto Wuli saat memimpin ibadah Jumat Pertama sekaligus Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Katolik TNI-Polri di Aula Tantya Sudhirajati Polres Ngada, NTT, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan ini mengusung semangat nasionalisme sekaligus religiusitas, “100 Persen Katolik, 100 Persen Indonesia”.
“Seragam yang dipakai adalah tanda kepercayaan dan kehormatan, bukan sekadar pakaian dinas. Jagalah nurani sebagai tentara dan polisi yang setia pada kebenaran,” ujar RD Rofinus Neto Wuli.
Menurutnya, dunia militer dan kepolisian yang sarat kedisiplinan membutuhkan keteguhan rohani sebagai jangkar moral. Iman yang kuat akan mampu melahirkan pelayanan yang humanis serta mencegah penyalahgunaan wewenang, tindakan kekerasan yang tidak perlu, ataupun perilaku koruptif.
Aparat penegak hukum dan pertahanan, lanjutnya, mengemban tanggung jawab ganda, yakni taat kepada hukum negara (konstitusi) sekaligus hukum Tuhan.
“Pekerjaan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak lagi dilihat sekadar profesi, melainkan wujud nyata pelayanan kasih kepada sesama, ciri orang yang memiliki iman serta tunduk di hadapan Allah Yang Maha Kuasa,” katanya.
Melibatkan Tahanan
Ibadah Jumat Pertama ini diikuti oleh personel TNI Kodim 1625/Ngada, Polres Ngada, purnawirawan Polri, hingga para tahanan Polres Ngada.
Kehadiran para tahanan dalam ibadah ini memberikan nuansa humanis tersendiri. RD Rofinus Neto Wuli mengapresiasi langkah Polres Ngada yang melibatkan para tahanan dalam kegiatan pembinaan mental tersebut.
“Jeruji besi bisa mengurung fisik, tetapi tidak memenjarakan jiwa yang rindu akan pertobatan. Langkah ini menjadi bukti bahwa martabat manusia tidak pernah hilang dalam situasi apa pun”, ungkap RD Rofinus Neto Wuli kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polres Ngada Ajun Komisaris (AKP) Stefanus Kodo mengingatkan seluruh jajaran personel Polres Ngada yang beragama Katolik untuk aktif mengikuti kegiatan pembinaan mental ini.
Selain sebagai kebutuhan spiritual pribadi, katanya, program Binrohtal merupakan salah satu agenda prioritas dari Mabes Polri.

“Sebagai insan beriman, marilah kita mendahulukan Tuhan, baru selanjutnya hal-hal duniawi. Marilah kita buktikan diri sebagai anggota Polri Katolik yang taat keteladanan, disiplin rohani, dan disiplin jasmani dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata AKP Stefanus.
WBN
