Diduga Ada Permainan, Pengumuman Penerimaan Siswa Baru di SDN Tridaya Sakti 02 Dianulir

Media WBN|BEKASI – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SDN Tridaya Sakti 02, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menuai protes keras dari wali murid. Panitia pendaftaran dinilai bekerja tidak profesional menyusul adanya pembatalan sepihak terhadap siswa yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi. (4/06)

Kasus ini mencuat setelah nama salah satu calon siswa yang sudah tercantum di papan pengumuman sekolah sejak pagi hari, tiba-tiba dianulir oleh pihak sekolah pada siang harinya.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, orang tua siswa yang bersangkutan mengecam keras tindakan tersebut. Ia merasa dirugikan secara material dan imaterial, terutama terkait dampak psikologis yang harus ditanggung oleh sang anak.

“Pengumuman sudah keluar dari pagi dan disaksikan banyak orang. Namun, sekitar jam 14.30 WIB, pihak sekolah menelepon saya dan menyatakan anak saya batal lolos secara sepihak. Kami sangat kecewa. Anak saya sudah senang dan trauma mental karena batal sekolah, padahal semua perlengkapan sekolah sudah telanjur dibeli,” ujar orang tua murid yang meminta bantuan media untuk mengawal kasus ini.

Merespons keluhan tersebut, awak media langsung mendatangi SDN Tridaya Sakti 02 untuk menemui pihak manajemen sekolah. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah Ibu Ane Cinde Karnasih, S.Pd., Ketua Panitia PPDB Ibu Ava Nurjanah, jajaran komite sekolah, serta sejumlah guru.
Kepala Sekolah SDN Tridaya Sakti 02 mengakui adanya insiden tersebut. Pihaknya berdalih bahwa pembatalan itu murni merupakan faktor kelalaian manusia (human error).

“Kejadian ini murni akibat kelalaian petugas atau panitia kami. Terjadi salah input data karena ketidaktelitian dari pihak kami,” jelas kepala sekolah saat dikonfirmasi.
Meski pihak sekolah telah menyampaikan permohonan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi peristiwa serupa, orang tua murid menyatakan tetap tidak menerima keputusan sepihak tersebut. Kejadian ini pun telanjur memicu kegaduhan dan sorotan negatif dari masyarakat setempat terkait kredibilitas sistem penerimaan siswa di sekolah tersebut.

——————————
Jurnalis : Swasda
Editor : Ndra

Share It.....