Eksploitasi Bencana untuk Naikkan Harga, Gubernur NTT: Ada Sanksi Hukum!
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Foto WBN, Pandopo Seminari Tidabelu Mataloko Ngada

NTT, WBN — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluarkan peringatan keras terhadap para pelaku usaha yang memanfaatkan situasi bencana untuk mendulang keuntungan sepihak.

Langkah ini diambil menyusul banyaknya pengaduan masuk atas lonjakan harga bahan pangan pokok yang bisa mencekik warga terdampak di Pulau Flores pascagejala gempa bumi.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengimbau seluruh pelaku usaha. baik skala besar, menengah, hingga pengecer yang bermain menaikan harga sesuka hati, agar segera menghentikan praktik spekulasi harga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat rantai distribusi pangan dimanipulasi di tengah situasi darurat. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Melki di sela-sela kunjungan kerjanya di Seminari Santo Berchmans Todabelu Mataloko, Kabupaten Ngada, Kamis (27/8/2026).

“Kami menerima banyak sekali aduan dari masyarakat mengenai harga kebutuhan pokok yang melonjak drastis pascabencana. Data lapangan kami di wilayah pengungsian juga mengonfirmasi adanya kenaikan harga yang tidak wajar,” ujar Melki di hadapan media.

Sebagai kepala daerah, Melki mengingatkan para pelaku ekonomi di Flores untuk menjaga moralitas berbisnis. Alih-alih mencari keuntungan abnormal, dunia usaha diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memulihkan kondisi psikologis dan ekonomi warga terdampak.

“Saya meminta para pengusaha menunjukkan empati. Tetap jaga stabilitas harga. Jangan mengambil keuntungan tidak wajar di atas penderitaan masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” tambahnya.

Melki menekankan pentingnya solidaritas dan gotong royong sebagai pilar utama pemulihan pascabencana. Ia memastikan, pengawasan di pasar-pasar tradisional maupun jaringan ritel akan diperketat.

“Tidak boleh ada kelompok atau perorangan yang menaikkan harga sesuka hati secara semena-mena. Pemerintah tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum yang tegas bagi mereka yang nekat melanggar,” pungkas Melki.

WBN

Share It.....