SIKKA, WBN — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, untuk tetap tenang dan mulai kembali beraktivitas normal. Imbauan ini disampaikan saat meninjau langsung lokasi terdampak gempa tektonik pada Rabu (2/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Juventus meninjau dua lokasi dengan tingkat kerusakan paling parah, yakni Dusun Hubing Tarung Gawang dan Dusun Wolowukak. Ia mengingatkan warga agar tetap waspada namun tidak larut dalam kecemasan karena situasi di lapangan mulai kondusif.
Terkait penanganan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan segera memverifikasi tingkat kerusakan rumah warga akibat gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.
“Tim teknis dari BPBD Kabupaten Sikka akan segera turun ke lapangan untuk memeriksa kembali kondisi rumah warga. Berdasarkan verifikasi tim teknis ini, pemerintah baru akan menetapkan status kerusakan, apakah masuk kategori berat, sedang, atau ringan,” kata Juventus.
Selain perbaikan fisik, Juventus juga menginstruksikan pemerintah desa setempat untuk segera memperbarui data dan mengajukan kebutuhan logistik warga yang saat ini masih bertahan di tenda pengungsian kepada BPBD Sikka.
Penjabat Kepala Desa Iligai Herlin Lado Powo memaparkan, gempa tektonik tersebut berdampak pada 409 jiwa dari 138 keluarga di wilayahnya. Sebanyak 106 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.
“Rinciannya adalah 44 unit rusak ringan, 23 unit rusak sedang, dan 39 unit rusak berat,” ujar Herlin.
Herlin menambahkan, sebaran kerusakan rumah warga mencakup empat wilayah dusun, yaitu Dusun Hubing (39 unit), Dusun Wolowukak (24 unit), Dusun Puho (23 unit), dan Dusun Baoletet (20 unit). Seluruh data tersebut telah dilaporkan ke BPBD Kabupaten Sikka untuk menunggu proses survei teknis dan pemetaan sebelum bantuan rekonstruksi disalurkan.
WBN
