NGADA, WBN — Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Boba, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mengharapkan adanya penanganan lanjutan berupa pelebaran jalan di titik longsor Wolongizu.
Jalur vital tersebut sebelumnya sempat terputus total akibat longsor yang dipicu gempa tektonik bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu.
Masyarakat mengapresiasi langkah sigap Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang langsung menerjunkan tim dan alat berat pasca-gempa.
Langkah tanggap darurat tersebut berhasil membuka kembali akses transportasi yang sebelumnya tertutup material longsor. Namun, pembersihan darurat tersebut dinilai belum cukup untuk menjamin keamanan pelintas dalam jangka panjang.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (3/9/2026), kondisi tebing di area Wolongizu masih labil. Rombongan warga belajar dari PKBM Bravostart Mataloko yang hendak menuju Paroki Boba untuk kegiatan pemulihan trauma (trauma healing), bahkan harus turun tangan bergotong-royong menyingkirkan kerikil dan batu yang runtuh ke badan jalan.
Gempa susulan yang masih terus terjadi, ditambah tiupan angin kencang, membuat material batu dan tanah dari atas tebing terus merosot ke jalan. Kondisi ini memicu kecemasan bagi warga yang melintas.
Sekretaris Desa Boba, Yohanes, menjelaskan bahwa meski jalur sudah bisa dilalui, masyarakat masih diliputi rasa takut.
“Masyarakat sangat berterima kasih atas respons cepat pemda. Namun, kami berharap penanganan ini dilanjutkan dengan pelebaran jalan di area longsoran. Material batu dan tanah masih sering turun, bahkan hanya karena tiupan angin. Jalur ini belum sepenuhnya aman,” ujar Yohanes, Kamis.
Dukungan untuk penanganan lanjutan juga datang dari DPRD Kabupaten Ngada.
Anggota DPRD Ngada, Benediktus Lagho, yang meninjau langsung lokasi tersebut menyatakan bahwa titik Wolongizu masih jauh dari kategori aman.
“Saat memantau langsung di lapangan, saya melihat masyarakat masih sangat cemas saat melintas. Kondisinya memang belum kondusif karena material di atas tebing masih labil. Pembersihan darurat harus segera diikuti dengan skala prioritas berikutnya, yaitu pelebaran ruas jalan,” kata Benediktus.
WBN
