NGADA, WBN – Guna memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana gempa bumi, Kepolisian Resor (Polres) Ngada melalui Satuan Lalu Lintas menggelar kegiatan trauma healing.
Kegiatan ini menyasar puluhan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Radha, Desa Radha, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa mengungkapkan bahwa intervensi psikologis sangat krusial bagi anak-anak di wilayah terdampak agar mereka tidak mengalami trauma berkepanjangan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan psikologis dari Polri, khususnya Polres Ngada, agar anak-anak di tempat pengungsian bisa kembali ceria dan bersemangat,” ujar Gede dalam laporan tertulisnya, Kamis (3/9/2026).
Aksi kemanusiaan yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Ngada Iptu Yoseph D. Tote, didampingi KBO Satlantas Ipda Ary Selan dan Kanit Patwal Aipda Kamilus K. Hoda.
Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian menggunakan pendekatan humanis untuk mencairkan suasana. Petugas mengajak anak-anak berkomunikasi, memberikan motivasi, serta membagikan bantuan berupa buku dan alat tulis untuk mendukung kegiatan belajar mereka.
Suasana haru dan ceria pecah saat petugas mengajak anak-anak bernyanyi bersama. Kegembiraan mereka semakin memuncak ketika para personel Satlantas mengajak anak-anak tersebut berkeliling Kota Bajawa menggunakan mobil dan sepeda motor dinas kepolisian.
Iptu Yoseph D. Tote menyebutkan bahwa metode belajar sambil bermain dan rekreasi singkat ini terbukti efektif mengalihkan kecemasan anak-anak akibat gempa.
“Melalui upaya ini, anak-anak diharapkan dapat segera beradaptasi kembali dengan aktivitas sekolah dan melupakan pengalaman traumatis akibat bencana”,ujar Kasat Lantas Polres Ngada, Iptu Yoseph D. Tote.
WBN
