Kerinduan Beribadah Umat Stasi Lewa Maunori Terjawab lewat Tenda Bantuan IKAL Lemhannas

NAGEKEO, WBN β€” Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) Republik Indonesia menyalurkan bantuan satu unit tenda peleton untuk Kapela Maria Asumpta Lewa, Stasi Maria Asumpta Lewa Lewangera, Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan ini hadir sebagai jawaban atas kerinduan umat setempat yang kehilangan tempat ibadah akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.

Gempa bumi menyebabkan kerusakan hebat pada berbagai fasilitas publik, termasuk rumah ibadah. Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, Romo Emanuel Ino Dura menyatakan, kehadiran tenda tersebut sangat membantu umat. Sejak gempa menghancurkan bangunan kapela, umat terpaksa menjalankan ibadah di luar ruangan dalam kondisi yang serba keterbatasan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada IKAL Lemhannas yang terjun langsung ke wilayah paroki ini untuk membawa dan memasang tenda peleton. Ini menjadi kabar baik di tengah kedukaan yang sedang kami alami. Tenda ini akan kami jaga dan rawat sebaik-baiknya,” kata Romo Emanuel, yang akrab disapa Romo Ino., Sabtu (12/9/2026).

Apresiasi senada disampaikan oleh tokoh umat setempat, Gabriel So’o. Ia menyebutkan bahwa kapela di wilayahnya rusak total dan tidak bisa digunakan lagi. Pembangunan kembali dipastikan memakan waktu yang cukup lama.

Menurut Gabriel, kehadiran tempat ibadah sementara ini sangat krusial bagi keberlangsungan hidup rohani warga.

“Di desa ini terdapat 291 keluarga dengan total 1.009 jiwa. Tenda peleton bantuan ini sangat bernilai bagi kami,” tutur Gabriel sembari berharap adanya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk pemulihan wilayah mereka.

Bantuan tenda peleton tersebut diantarkan langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) IKAL Lemhannas NTT sekaligus Koordinator Posko Peduli Bencana Flores, Romo Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil., M.Si. (Han), bersama tim.

Selain mendirikan tenda, tim relawan juga memberikan penguatan psikologis dan rohani bagi warga terdampak.Romo Rofinus menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari panggilan pelayanan untuk sesama.

Tim posko terus bergerak menyisir berbagai titik terdampak di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo untuk menyalurkan bantuan logistik dan tenda.

“Semoga bantuan ini dapat berguna bagi umat untuk mendukung aktivitas keagamaan sehari-hari,” ujar Romo Rofinus.

Dalam kunjungan tersebut, Romo Rofinus juga menyerahkan bantuan tambahan berupa satu unit terpal untuk kebutuhan darurat warga stasi, serta menghibahkan buku karya terbarunya yang berjudul Manajemen Konflik Servant Leadership: Damai Berkelanjutan kepada Pastor Paroki Maunori.

WBN

Share It.....