Fasilitas Minim dan Berisiko, Revitalisasi Gedung Uji KIR Kab. Cirebon Mendesak Dilakukan

MEDIA WBN|Kabupaten CIREBON — Kondisi Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) Kabupaten Cirebon dinilai sudah sangat mendesak untuk direvitalisasi. Pasalnya, fasilitas ini dituntut untuk segera siap melayani pengujian berkala kendaraan listrik umum maupun barang di masa depan. Namun ironisnya, di tengah tuntutan teknologi baru tersebut, kondisi fasilitas saat ini justru masih jauh dari kata layak.

Ruang Kerja Sempit dan Loket Pelayanan Menyatu
Kepala Seksi Pengujian, Diyanto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada loket pelayanan yang terpisah bagi masyarakat. Ruang pelayanan masih menyatu dengan ruang kerja para petugas. Kondisi kantor yang sempit dan tata letak yang kurang tertata membuat suasana pelayanan menjadi kurang representatif.

“Sudah sekian tahun berlalu, namun belum ada pembangunan maupun penataan ulang yang berarti di gedung ini,” ungkap Diyanto saat ditemui di ruang kerjanya.

Fasilitas Minim dan Berisiko Tinggi
Selain masalah ruangan, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas juga menjadi kendala serius. Jumlah tenaga penguji yang minim membuat proses pelayanan berjalan lambat. Hal ini diperparah oleh perangkat komputer serta jaringan internet yang belum memadai, sehingga sistem pelayanan daring (online) belum bisa berjalan maksimal.
Secara fisik, area pengujian kendaraan juga sangat tidak ideal. Lokasi pengujian saat ini masih bercampur dengan aktivitas umum. Bahkan, jalur keluar-masuk kendaraan langsung menyatu dengan jalan raya utama, yang memicu risiko kecelakaan tinggi dan kesemrawutan lalu lintas.

Tantangan Pengujian Kendaraan Listrik di Depan Mata
Urgensi perbaikan gedung ini semakin nyata mengingat unit tersebut akan mengemban tugas baru, yaitu melaksanakan pengujian berkala bagi kendaraan listrik. Standar pengujian kendaraan ramah lingkungan ini memerlukan fasilitas penunjang yang jauh lebih modern, peralatan khusus, serta ruang kerja yang aman. Jika pembenahan gedung terus ditunda, dikhawatirkan pelayanan uji kendaraan listrik tidak akan berjalan optimal.

Meski dihantam berbagai keterbatasan, Diyanto menegaskan bahwa seluruh petugas di Unit Pengujian Kendaraan Bermotor tetap berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik dan menyiasati segala kendala di lapangan demi keselamatan masyarakat.

“Gedung pengujian adalah gerbang keselamatan lalu lintas. Terlebih dengan hadirnya kendaraan listrik, fasilitasnya harus memadai. Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon bisa segera menganggarkan dana untuk revitalisasi gedung ini,” pungkas Diyanto.

(Hendry & Eddy)

Share It.....