NGADA, WBN — Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, resmi melakukan penyegaran birokrasi guna menggenjot efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan mempercepat target pembangunan daerah.
Bupati Ngada, Raymundus Bena, melantik dan mengambil sumpah 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ngada, Jumat (6/11/2026).
Pelantikan ini diarahkan untuk memperkuat konsolidasi birokrasi, menjaga kesinambungan program strategis yang sedang berjalan, serta memastikan pelayanan publik berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bupati Raymundus Bena menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan ini merupakan dinamika organisasi yang lumrah dan telah memenuhi seluruh mekanisme regulasi perundang-undangan yang berlaku. Ia meminta seluruh pejabat yang baru disumpah untuk segera melakukan langkah konkret di instansi masing-masing tanpa menunda pekerjaan.
“Setelah seluruh proses pelantikan selesai, para pejabat diharapkan langsung melaksanakan tugas, melakukan rapat internal bersama jajaran, serta memastikan keberlanjutan program dan pekerjaan yang sedang berjalan,” ujar Bupati Raymundus dalam arahannya.
Dalam pidatonya, Bupati Raymundus menggarisbawahi pentingnya membangun ekosistem kerja birokrasi yang solid dan berbasis sistem. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program pembangunan daerah tidak ditentukan oleh individu individu, melainkan oleh kerja kolektif dari sebuah sistem yang saling mendukung.
Oleh karena itu, pimpinan perangkat daerah yang baru diminta aktif membangun komunikasi dua arah yang harmonis, mulai dari level sekretaris, kepala bidang, hingga staf pelaksana di lingkungan kerja yang baru.
Guna memangkas sumbatan birokrasi, Bupati juga membuka ruang ruang diskusi strategis yang fleksibel. Jika dalam implementasi program di lapangan ditemukan kendala krusial atau muncul inovasi baru yang membutuhkan intervensi kebijakan maupun dukungan finansial, para kepala dinas diminta tidak ragu untuk berkoordinasi langsung dengan Bupati atau Wakil Bupati.
“Penyegaran organisasi harus diikuti dengan semangat baru, komunikasi yang semakin kuat, dan peningkatan kinerja yang dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat,” tambah Raymundus.
Daftar Pergeseran Jabatan
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Ngada, berikut adalah 11 pejabat Eselon II yang menempati posisi baru:
1. Yohanes Ghae, SH: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Sebelumnya: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu).
2. Alfian, S.Sos: Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik (Sebelumnya: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat).
3. Yoseph Elfridus Bhara, SE: Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan (Sebelumnya: Kepala Dinas Lingkungan Hidup).
4. Martinus Metodius Reo Maghi, S.S., M.Si: Kepala Dinas Pariwisata (Sebelumnya: Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan).
5. Maria Oktavianus Botha Djawa, SE, MM: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Sebelumnya: Kepala Dinas Pariwisata).
6. Elisius Kletus Watungadha, ST, MT: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Sebelumnya: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan).
7. Ermelinda Inam Mugi, ST, M.A.P: Kepala Dinas Sosial (Sebelumnya: Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja).
8. Wilfridus Adjo, SPd., MM: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Sebelumnya: Kepala Badan Pendapatan Daerah).
9. Johanes Rodja, SE: Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Sebelumnya: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan).
10. Gerardus Reo, SE., M.Si: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Sebelumnya: Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil).
11. Agustinus Naru, SKM, M. Adm. Kes: Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Sebelumnya: Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana).
WBN
