NGADA, WBN — Pemerintah Kabupaten Ngada bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) resmi menggelar Turnamen Bola Voli Putri PKK Ngada Cup II Tahun 2026. Ajang olahraga yang berlangsung di Lapangan Bola Voli SMP Negeri 2 Bajawa ini tidak hanya sekadar perebutan piala bergilir, tetapi juga diproyeksikan sebagai wadah seleksi atlet voli putri potensial untuk mewakili daerah dalam ajang Ben Boy Cup 2026 mendatang.
Turnamen yang mempertemukan tim dari 10 kecamatan dan 6 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Ngada sekaligus Ketua Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, Rabu (4/11/2026.
Dalam sambutannya, Bernadinus menyampaikan apresiasi tinggi kepada TP PKK Kabupaten Ngada beserta panitia penyelenggara yang telah menginisiasi ruang kompetisi bagi atlet perempuan. Menurutnya, konsistensi turnamen ini penting untuk membangun iklim olahraga yang sehat dan berjenjang.
“Kegiatan ini menjadi ruang yang baik untuk mempererat kebersamaan, membangun semangat sportivitas, sekaligus mendorong perkembangan olahraga perempuan di Kabupaten Ngada,” ujar Wabup Bernadinus.
Ia menambahkan, momentum turnamen ini sangat strategis karena berdekatan dengan agenda olahraga regional yang lebih besar. Tim pemantau bakat dikerahkan selama turnamen berlangsung untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan masuk dalam pemusatan latihan.
“Turnamen ini tidak hanya berorientasi pada gelar juara, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat dan menjaring potensi atlet putri yang disiapkan mewakili Kabupaten Ngada pada Ben Boy Cup 2026, yang akan digelar 23 November hingga 7 Desember mendatang,” lanjutnya.
Pemberdayaan Perempuan
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Ngada, Maria Frida D. Djeradut, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari program kerja PKK untuk mendukung pemberdayaan perempuan di sektor non-domestik, khususnya melalui bidang olahraga.
Bagi PKK, lapangan olahraga menjadi panggung yang setara bagi kaum perempuan untuk menunjukkan kompetensi, mentalitas juara, dan kemampuan bekerja dalam tim.
“Perempuan memiliki peran penting sebagai mitra pembangunan pemerintah. Karena itu, kesempatan untuk berkembang, berpartisipasi, dan berkontribusi dalam berbagai bidang perlu terus diperluas,” kata Maria.
Melalui kompetisi ini, Maria berharap akan lahir bibit-bibit atlet baru yang mampu membawa nama harum Ngada di tingkat provinsi maupun nasional. Di sisi lain, turnamen ini diharapkan dapat memperkuat jejaring sosial dan partisipasi aktif perempuan dalam mendukung program-program pembangunan di daerah tersebut.
WBN
