NTT, WBN — Setelah bertahun-tahun menanti, ruas jalan provinsi yang menghubungkan Jalur Mbazang menuju Simpang Waepana di Desa Benteng Tawa 2, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai dikerjakan.
Infrastruktur yang menjadi urat nadi penghubung Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur ini merupakan salah satu jalur vital dengan kondisi sangat memprihatinkan, rusak berat, tidak layak pakai.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kristoforus Loko, S.Fil terjun lapangan memantau langsung jalannya pengerjaan fisik, pada Kamis (24/9/2026).
Kepada wartawan, Kristoforus Loko yang juga merangkap sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTT mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTT yang tetap memprioritaskan perbaikan jalan strategis ini di tengah pengetatan anggaran daerah.
“Jalur ini merupakan penghubung vital antarkabupaten. Sekian lama jalan ini tidak tersentuh perhatian hingga kondisinya rusak berat. Sepanjang 3,5 kilometer ruas jalan ini selalu berubah layaknya kubangan kerbau setiap musim hujan. Apresiasi kepada semua pihak,Gubernur NTT, Wakil Gubernur, PUPR serta rekan-rekan DPRD Provinsi atas keberpihakan, sehingga pada tahun anggaran 2026 ini perbaikan bisa mulai dilakukan secara bertahap,” kata Anggota Banggar sekaligus Ketua Fraksi Amanat-Sejahtera DPRD NTT, Kristo Loko.
Proyek penanganan jalan dengan skema long segment ini menelan anggaran lebih dari Rp 6 miliar. Skema pembiayaan ini, lanjutnya, terhitung berani karena murni mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu terjadi menyusul nihilnya alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) untuk sektor infrastruktur jalan pada tahun ini.
Dari total 3,5 kilometer jalan yang rusak, pengerjaan tahap awal ini baru mencakup 1,3 kilometer. Konstruksi utama meliputi peningkatan struktur jalan dengan Agregat A dan B, pengaspalan, serta pembangunan fasilitas penunjang seperti drainase dan dinding penahan tanah untuk mengantisipasi longsor. Proyek ini ditargetkan selesai dalam 95 hari kalender, terhitung sejak 14 September hingga 16 Desember 2026.
Sebagai Anggota Badan Anggaran DPRD NTT, Kristoforus Loko berjanji akan terus mengawal sisa ruas jalan yang belum tertangani agar bisa dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya.
“Ini juga bagian dari pemenuhan target Dasa Cita Gubernur terkait infrastruktur. Sudah menjadi kewajiban kami untuk memastikan aspirasi warga pedalaman terwujud demi kemerdekaan infrastruktur,” ujar mantan Ketua DPRD Ngada yang juga pernah maju sebagai Calon Bupati dalam bursa Pemilukada Ngada tersebut.
Apresiasi Warga
Perbaikan jalan ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Dalam forum dengar pendapat yang digelar di Aula Kantor Desa Benteng Tawa, sejumlah perwakilan warga menyampaikan rasa syukurnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Fraksi Amanat Demokrat DPRD Ngada, Yohanes Don Bosko Ponong. S.Pd.
Sebagai Wakil Rakyat Daerah Pemilihan Riung Raya, Bosko Ponong menyampaikan bahwa kolaborasi perjuangan memenangkan aspirasi masyarakat mulai dari daerah pinggiran hingga perkotaan sudah waktunya menjadi komitmen bersama, harus terus dipupuk demi percepatan kemajuan daerah multi sektor.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Amandus Yordanus, menuturkan bahwa selama bertahun-tahun warga harus pasrah dengan kondisi akses transportasi yang buruk.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian nyata dari pemerintah provinsi, meskipun disadari kemampuan anggaran daerah saat ini sedang terbatas. Kami mendukung penuh kebijakan pembangunan yang dilakukan secara bertahap ini,” ucapnya.
Senada dengan Amandus, perwakilan tokoh muda Benteng Tawa 2, Benyamin Djapi. Ia berharap pengerjaan proyek ini dapat berjalan tepat waktu dan tepat mutu. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kualitas pengerjaan agar jalan dapat bertahan lama.
“Jalan yang layak sudah menjadi kerinduan lama kami di pedalaman. Kami berterima kasih kepada pemerintah dan legislatif yang telah memperjuangkan aspirasi ini. Harapan kami, jalur ini pada akhirnya bisa tuntas seluruhnya pada tahun-tahun mendatang,” ungkap Benyamin.
“Memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan segenap kemampuan terbaik merupakan komitmen nyata saya dalam berkarya. Menerjemahkan harapan dan kerinduan akan perubahan serta kemajuan adalah tanggung jawab moral yang harus terus saya hidupkan serta wujudkan secara konsisten sebagai seorang wakil rakyat,” pungkas Mantan Ketua Tim Pemenangan Melki-Jhony Kabupaten Ngada pada Pilgub NTT 2024, Kristo Loko.
WBN
