Julie Laiskodat Dorong Anggaran Rp500 Juta Infrastruktur Air Minum Desa Sadha Ngada

NGADA, WBN — Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Julie Sutrisno Laiskodat, mengawal realisasi alokasi anggaran sebesar Rp500 juta untuk pembangunan infrastruktur air minum bersih di Desa Sadha, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Program berbasis aspirasi warga ini ditargetkan rampung pada akhir tahun anggaran 2026.

Sebagai bentuk akuntabilitas, tim monitoring diterjunkan langsung ke lokasi proyek guna memastikan ketepatan sasaran pemanfaatan bantuan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tersebut.

Monitoring lapangan dipimpin oleh Tenaga Ahli DPR RI, Minarni dan Don Copertino Nua, didampingi Sekretaris DPD Nasdem Ngada, Ambrosius Molo. Kehadiran tim disambut oleh Kepala Desa Sadha, Nikolaus Pabi, di Kantor Desa Sadha, Selasa (3/11/2026).

Tenaga Ahli DPR RI, Minarni, menjelaskan bahwa intervensi pembangunan sarana air bersih ini memegang peranan krusial dalam mendongkrak kualitas hidup masyarakat di wilayah perdesaan.

“Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menjadi katalisator dalam menekan angka tengkes (stunting), memperbaiki derajat kesehatan masyarakat, serta mampu menggerakkan roda perekonomian desa melalui tata kelola air minum yang mandiri,” ujar Minarni dalam keterangannya.

Langkah ini sejalan dengan target pembangunan nasional dalam memperluas akses air minum layak di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Berdasarkan data kesehatan nasional, pemenuhan sanitasi dan air bersih yang terintegrasi berkontribusi signifikan hingga 70 persen dalam intervensi sensitif penurunan kasus stunting.

Kepala Desa Sadha, Nikolaus Pabi, menyampaikan apresiasi atas terealisasinya program tersebut. Bagi warga setempat, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang telah lama dinantikan guna mendorong kebangkitan mutu hidup.

“Bantuan ini menjadi modal penting bagi Pemerintah Desa Sadha untuk mewujudkan target zero stunting di wilayah kami. Sarana air bersih ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan domestik warga, tetapi juga menjadi instrumen penguatan kesehatan berbasis lingkungan,” kata Nikolaus.

Saat ini, pengerjaan sarana fisik di lapangan terus dikebut. Progres pembangunan infrastruktur air minum ini diperkirakan mencapai penyelesaian akhir (rampung) pada akhir November atau paling lambat sebelum siklus anggaran tahun 2026 berakhir di bulan Desember.

WBN

Share It.....