ENDE, WBN — Kepolisian Sektor Maurole, Polres Ende, NTT, mengintensifkan pendekatan humanis ke lingkungan sekolah melalui program Polisi Peduli Pendidikan atau “Polidik”. Langkah ini diwujudkan lewat kunjungan dan sosialisasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Keliwumbu, Desa Keliwumbu, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 Wita tersebut dipimpin oleh Wakapolsek Maurole Aiptu Syarifudin, didampingi Kanit Binmas Aipda Nyoman Robinson dan Bhabinkamtibmas Desa Keliwumbu. Kehadiran personel kepolisian ini disambut oleh para guru dan ratusan pelajar setempat.
Dalam arahannya, Syarifudin menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan sekolah. Selain itu, kepolisian memberikan edukasi interaktif mengenai berbagai isu krusial yang kerap dihadapi remaja pada era digital.
“Di era digital saat ini, tantangan yang dihadapi remaja semakin kompleks. Oleh karena itu, kami memberikan edukasi komprehensif mulai dari pencegahan perundungan dan tawuran, bahaya laten narkoba, hingga judi daring,” kata Syarifudin.
Ia menambahkan, materi lain yang tidak kalah penting adalah literasi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara bijak. Melalui program ini, kepolisian berharap generasi muda di wilayah Maurole dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, cerdas, beretika, dan siap menjadi penerus bangsa.
Secara rinci, ada tiga poin utama yang disosialisasikan kepada para siswa SMPN Keliwumbu, yakni pertama, pencegahan perundungan dan tawuran. Mengajak siswa saling menghargai untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan fisik maupun mental.
Kedua, bahaya narkoba dan judi daring. Mengingatkan dampak buruk narkoba dan maraknya judi daring yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Ketiga, bijak bermedia sosial dan literasi AI. Mengedukasi pelajar agar cerdas menyaring informasi, menjaga etika digital, serta memanfaatkan teknologi AI secara positif sejak dini.
Melalui ruang dialog terbuka ini, Polsek Maurole berupaya membangun citra kepolisian yang inklusif dan ramah anak. Kepolisian memosisikan diri sebagai mitra sekolah dalam membimbing dan membina karakter siswa. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.00 Wita tersebut berjalan dengan tertib dan interaktif.
WBN
