Realisasi Aspirasi, Julie Laiskodat Serahkan Sertifikat Bantuan Rumah Layak Huni di Ngada

NGADA, WBN — Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai Nasdem, Julie Sutrisno Laiskodat, merealisasikan program bantuan pembangunan rumah layak huni (RLH) di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Langkah ini menjadi bagian dari pengawalan jalur aspirasi parlemen untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah pemilihan NTT I.

Penyerahan secara simbolis berupa 14 sertifikat bantuan RLH dilakukan di Desa Were III, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, pada Selasa (3/11/2026).

Secara keseluruhan, total alokasi program rumah layak huni yang diperjuangkan Julie Laiskodat untuk Kabupaten Ngada pada tahun anggaran 2026 mencapai 24 unit, yang tersebar di wilayah Kecamatan Golewa Selatan (14 unit) dan Kecamatan Jerebuu (10 unit).

Tenaga Ahli Anggota DPR RI, Minarni, M.Si, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai intervensi langsung pemerintah berkolaborasi dengan parlemen guna meringankan beban ekonomi warga kurang mampu.

“Melalui jalur aspirasi Ibu Julie Laiskodat, Kabupaten Ngada memperoleh total 24 unit rumah. Kami berharap stimulan ini mampu meringankan beban hidup masyarakat, sekaligus menjadi fondasi awal dalam memulihkan dan membangun perekonomian keluarga,” ujar Minarni saat mewakili penyerahan sertifikat.

Program intervensi perumahan berbasis aspirasi ini tidak hanya berpusat di Ngada, tetapi juga didistribusikan secara proporsional ke kabupaten lain di wilayah Daerah Pemilihan NTT I oleh Julie Sutrisno Laiskodat. Pola pendekatan ini diharapkan mampu mengurai kesenjangan kepemilikan perumahan di NTT secara bertahap.

Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Ngada, Moses Jala Watu, memberikan apresiasinya terhadap konsistensi pengawalan program dari tingkat pusat hingga ke daerah. Menurutnya, koordinasi yang solid antara jaringan legislatif, pemerintah daerah, dan aparatur desa menjadi kunci sukses eksekusi program di lapangan.

Sementara itu, Tenaga Ahli Anggota DPR RI untuk wilayah Ngada, Don Copertino Nua, memaparkan bahwa proses pembangunan fisik berjalan secara progresif. Dari total 24 unit yang dialokasikan, sebanyak 10 unit rumah tercatat telah rampung total, sedangkan sisanya kini berada dalam tahap penyelesaian akhir.

“Dukungan data dan administrasi dari pemerintah desa setempat sangat membantu percepatan proses ini. Kami mengimbau semua pihak untuk menjaga jejaring pembangunan yang sudah terbentuk demi keberlanjutan program-program berikutnya,” kata Don Nua.

Respons dan Harapan Warga

Kehadiran program ini disambut positif oleh masyarakat setempat. Yohanes Manu, salah satu tokoh masyarakat Desa Were III serta kader muda setempat, Viktor yang biasa disapa Viki menyatakan bantuan ini sangat krusial di tengah tantangan ekonomi di pedesaan saat ini.

“Bantuan melalui jalur aspirasi ini sangat menolong dan tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal yang sehat,” ungkap Viki.

Meski demikian, dalam dialog serap aspirasi yang dihadiri oleh kepala desa, ibu-ibu, dan tokoh adat setempat, warga juga menyampaikan sejumlah tantangan infrastruktur dasar lainnya. Warga Were III berharap ada keberlanjutan intervensi program berikutnya, terutama terkait penyediaan fasilitas sanitasi (kamar kecil) yang layak, akses air bersih, serta peningkatan kualitas jalan lingkungan desa.

Merespons hal tersebut, pihak keterwakilan Julie Laiskodat berkomitmen untuk mencatat dan membawa usulan kebutuhan sarana dasar ini sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan prioritas program kemitraan legislatif pada masa sidang mendatang.

WBN

 

 

Share It.....