162 views

Misteri Pohon Raga Sakti, Cirebon

Kerandon Cirebon, Jawa Barat – Sebuah pohon melilit tinggi menjulang mengitari pohon lain yang ada di sekitarnya. Pohon yang bernama Akar Raga Sakti tersebut berdiri di depan gerbang situs Kramat Cimandung, Desa Krandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.
Konon Pohon angker tersebut diyakini mendatangkan keselamatan oleh masyarakat sekitar. Dari informasi yang didapat,Tim Jejak Sejarah Warisan Budaya Nusantara.com bersama Pimpinan Redaksi (WBN) yang biasa di sapa Rossa yang asli dari Cirebon pohon tersebut berusia ratusan tahun.
“Pohon tersebut juga dianggap sebagai penjaga situs petilasan Cimandung,” kata Juru Kunci Situs Kramat Cimandung Nartija, sabtu (02/11).

Tumbuhan Akar Raga Sakti adalah pohon liar yang sudah beratus tahun usianya. Pohon ini memiliki bentuk yang tak biasa. Batangnya meliuk-liuk seperti diukir serta menjulang tinggi dengan bentuk seperti kayu yang dipahat, hal tersebut tak pernah berubah dari dulu. Menurut penjaga situs petilasan, Konon, pengunjung yang berniat tidak baik dan berhati kotor akan melihat akar pohon tersebut layaknya ular. Jadi, sebelum ke sini niatnya harus benar dulu ya!, Ujar Juru Kunci Natija.

Selain dijadikan sebagai penjaga situs leluhur Cirebon Mbah Kuwu Sangkan, pohon ini juga sering dimanfaatkan akarnya untuk keselamatan. Sekedar informasi, Mbah Kuwu Sangkan adalah seorang babad alas, penyebar islam yang dihormati di Cirebon -putra mahkota dari Prabu Siliwangi dan Nyi Subang Larang. Layaknya sang penjaga, akar yang diambil dari pohon tersebut bisa menjadi penangkal marabahaya. Hanya saja, saat hendak mengambil manfaat dari sang pohon, terlebih dahulu harus berziarah, tawassul, dan memohon kepada Allah. Dengan begitu, Raga Sakti hanya sebagai perantara saja, tak lebih.

Seperti tempat yang memiliki nilai sejarah lain, situs petilasan Keramat Cimandung juga sangat ramai pengunjung. Puncak keramaian biasanya terjadi pada malam Jum’at Kliwon ketika bulan Maulud, di mana para peziarah beramai-ramai mengharapkan wasiyah dari tempat ini. Selain tak pernah sepi, menurut sang juru kunci, sering ada pejabat yang ingin menjadi Kuwu (kepala desa) bupati, hingga pengusaha datang ke situs keramat ini. Bahkan, terkadang ada beberapa pelancong dari luar negeri sengaja mampir, berziarah, sekaligus melihat Akar Raga Sakti.

Tapi disayang kan tempat yang menyimpan cerita bersejarah dan situs yang keramat ini kurang di perhatikan oleh Pemerintah setempat sehingga sedikit kurang terawat, ujar redaksi warisan budaya Nusantara

Red tim WBN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *