Acara Adat Tradisi Grebek Maulud, Keraton Kesepuhan Cirebon

WBN, Cirebon_Kasultanan kasepuhan Cirebon setiap tahun melaksanakan Tradisi Grebeg Maulud, Acara adat tradisi ini rutin dilakukan tepat disetiap tanggal lima maulud, Dalam rangka memperingati maulud Nabi Muhammad SAW. jum’at ( 23/10)

Alhamdulillah pada tahun ini Keraton Kasepuhan Cirebon telah melaksanakan berbagai rangkaian acara

08:00 tradisi siraman panjang

09:00 tradisi buka bekasem

10:00 tradisi bau jamu/bore

Pada tahun ini ada 7 piring wali yang dicuci, Karena tahun ini adalah tahun JIM akhir, Setiap tahun DAL dan tahun WAWU ada sembilan piring yang dikeluarkan untuk dicuci.

 

Selain ditahun itu hanya tujuh Piring Wali dan 38 piring pengiring 2 guci serta 2 gelas yang dicuci. Didalam piring-piring tersebut terdapat ke unikan, Karna dihiasi kaligrafi nama allah dan kalimat toyibah yang usianya sudah sekitar 700 tahun.

 

Selama ini benda kuno bersejarah tersebut disimpat dimuseum pusaka dalem keraton kasepuhan. Sehingga rangkaian acara tersebut dimulai dari museum pusaka dalem keraton menuju ruang gebyog dan dipindahkan keruangan kaputren guna melaksanakan ritual pencucian,

Acarah adat tradisi ini dihadiri para wargi, abdi dalem, pengurus masjid agung sang cipta rasa serta masyarakat mager sari, Setelah acarah siraman selesai dilanjutkan dengan acara tradisi buka beka bekasem.

 

Buka bekasem ini berbahan pokok ikan kakap sebanyak 2 guci. Didalam acara ini dipimpin langsung oleh RA. Ratih Marlina, S.Pd. Proses buka bacem ini 2 guci ikan kakap diberi rempah dan dimasukan kedalam guci selama satu bulan mulai dari tanggal lima safar yang lalu dan dibuka pada hari ini pada tanggal lima maulud.

Bekasem ikan ini dicuci dan dijemur kemudian dimasak didapur maulud bersama nasi jimat yang akan dihidangkan pada upaca panjang jimat dua belas mulud, Setelah selesai acara buka bekasem berlanjut dalam acara tradisi bau jamu/bore, Didalam acara tersebut juga dimpimpin langsung oleh RA. Ratih marlina, S.Pd dengan didampingi Ratu Raja Gumiwang.

Pembuatan bore tersebut berbahan rempa-rempa yang sudah direndam selama satu minggu yang lalu dan baru diproses pagi dihalaman pungkuran dengan cara digilas-gilas hingga halus.

Semoga Cirebon Jawa barat Indonesia selalu diberikan kedamaian dan keberkahan yang tiada tara Dan semoga bisa menjadi kota berbudaya Relegius, Serta bisa menjadi destinasi wisata.

 

Reporter Kadisa | redpel ndra