WBN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak Gereja memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menangani kemiskinan dan membangun daerah secara bersama-sama.
Gubernur Melki mengatakan itu saat menghadiri Sidang Majelis Daerah (SMD) Khusus Gembala Badan Pengurus Daerah (BPD) GBI NTT, bertempat di Aula Hotel Bahagia Dua, Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada Kamis (7/5/2026).
Nusa Tenggara Timur, kata Gubernur, menghadapi banyak persoalan, mulai dari kemiskinan, stunting, kualitas pendidikan, keterbatasan eekonomidan sosial. Karena itu membutuhkan persatuan semua pihak untuk membamgun NTT.
“Gereja memiliki peran strategis dalam memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat”, kata Gubernur.
Gubernur mengakui GBI telah menunjukkan kontribusi nyata melalui pembinaan jemaat, hubungan baik dengan pemerintah daerah, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Saya berterima kasih karena GBI menunjukkan bahwa gereja bukan hanya bermakna bagi jemaatnya sendiri, tetapi juga berdampak bagi masyarakat sekitar dan bekerja sama dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemprov NTT saat ini menjalankan visi pembangunan “NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan” yang diperkuat dengan semangat kolaborasi lintas sektor.
“Spirit kolaborasi itu kami sebut ‘Ayo Bangun NTT’. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Semua pihak harus terlibat untuk membangun daerah ini bersama-sama,” ujarnya.
Gubernur bahkan menyinggung sejarah lahir Pancasila tidak terlepas dari kontribusi masyarakat NTT ketika Presiden pertama RI Soekarno menjalani masa pengasingan di Ende, Flores.
“Orang sering bertanya apa sumbangan terbesar NTT untuk Indonesia. Saya katakan salah satunya adalah membantu Bung Karno menemukan Pancasila saat di Ende. Dari sana lahir pemahaman bahwa bangsa ini harus dibangun dalam keberagaman dan gotong royong,” kata Melki.
Menurutnya, nilai gotong royong dalam Pancasila memiliki kesamaan dengan ajaran Yesus Kristus tentang pentingnya hidup bersama dan saling melayani.
Melki menilai forum SMD GBI NTT tidak sekadar menjadi agenda organisasi gereja, tetapi ruang refleksi bersama untuk memperkuat pelayanan dan persatuan.
Ia berharap hasil sidang tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam pelayanan jemaat dan kehidupan masyarakat.
Melki juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Timor Tengah Selatan sebagai salah satu daerah dengan jumlah penduduk besar di NTT. Pembangunan di TTS akan memberi dampak besar bagi kemajuan provinsi secara keseluruhan.
Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada para pendeta dan hamba Tuhan yang selama ini terus mendoakan dan mendukung dirinya serta jajaran pemerintah daerah dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Ia berharap sinergi antara pemerintah dan gereja terus diperkuat untuk menjaga kehidupan sosial masyarakat tetap harmonis sekaligus mendorong pembangunan daerah.
WBN
