NGADA, WBN — Sebanyak 227 jiwa dari 70 kepala keluarga di Ruki, Desa Sambinasi Tengah, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mengalami krisis air bersih yang parah.
Kondisi ini terjadi setelah gempa bumi berkekuatan signifikan mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) .
Hingga Rabu (19/8/2026), warga sama sekali tidak memiliki akses terhadap sumber air minum yang layak. Kerusakan infrastruktur menjadi penyebab utama lumpuhnya pasokan air di kawasan terdampak.Kepala Desa Sambinasi Tengah,
Karim Dompu (56), menjelaskan bahwa selama ini warganya bergantung penuh pada fasilitas sumur bor. Namun, guncangan gempa pada akhir pekan lalu merusak sistem sarana prasarana vital tersebut.
“Sumur bor kami mengalami kerusakan berat. Selang dan pipa penyaluran utama pecah akibat gempa bumi, sehingga air tidak bisa mengalir ke rumah-rumah warga,” ujar Karim, Rabu (19/8/2026).
Menyikapi krisis yang terus berlanjut, Unit Binmas Polsek Riung turun ke lapangan untuk melakukan intervensi darurat. Korps Bhayangkara menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter menggunakan armada khusus untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kian mendesak.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Riung Aiptu Bintaran, bersama Kanit Samapta Aiptu Supratman, Kanit Provoost Aipda Dionisius Y Kase, dan Bhabinkamtibmas Sambinasi Tengah Aiptu Muhlis Muhamad.Karim Dompu menyampaikan apresiasi atas respons cepat pihak kepolisian. Meski demikian, bantuan harian ini dinilai bersifat sementara.
Warga berharap ada perbaikan menyeluruh pada infrastruktur sumur bor yang rusak agar ketersediaan air bersih di Desa Sambinasi Tengah dapat kembali normal.
WBN
