Mata Air Keruh Pascagempa, Warga Riung Barat Ngada Minta Bantuan Air Bersih
Foto Mata Air Warga Terdampak. Desa Ria Kecamatan Riung Barat

NTT, WBN — Dampak gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang daratan Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu, kian meluas.

Di Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ribuan warga kini terjebak dalam krisis multi-aspek. Selain kehilangan tempat tinggal dan infrastruktur yang rusak, warga di pusat kecamatan tersebut kini harus berhadapan dengan ancaman krisis air minum layak konsumsi.

Desa Ria, yang menjadi pusat urat nadi Kecamatan Riung Barat, menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Pascagempa, kondisi geologis setempat berubah drastis.

Sumber-sumber mata air andalan warga yang biasanya jernih, seketika berubah menjadi keruh, berlumpur, dan sama sekali tidak layak dikonsumsi.

Anggota DPRD Kabupaten Ngada perwakilan daerah pemilihan Riung Raya, Alexander Yohanes Songkares, mengonfirmasi memburuknya situasi di lapangan.

Menurutnya, pasokan air bersih instan kini menjadi kebutuhan paling krusial yang tidak bisa ditunda-tunda lagi oleh pemerintah daerah maupun gugus tugas penanganan bencana.

“Kondisi di lapangan saat ini adalah krisis multi-dimensi. Masyarakat tidak hanya terpukul secara ekonomi dan psikologis akibat gempa, tapi salah satu kebutuhan paling mendasar yaitu air minum. Mata air berubah keruh total,” ujar Alexander saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa, 18 Agustus 2026.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Ngada dan instansi terkait untuk segera mengirimkan armada mobil tangki air dan mendirikan posko penjernihan air darurat. Jika lambat diantisipasi, krisis air bersih ini dikhawatirkan akan memicu gelombang penyakit baru seperti diare dan penyakit kulit di tenda-tenda pengungsian warga.

“Pasokan bantuan air minum bersih harus menjadi prioritas utama dalam operasi tanggap darurat. Ketiadaan air bersih akan langsung melumpuhkan berbagai bidang lainnya termasuk sanitasi dan kesehatan para pengungsi,” tegas politikus Ngada tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Ria dan sekitarnya masih mengandalkan sisa-sisa air kemasan seadanya dan sangat mengharapkan realisasi distribusi air bersih dari pemerintah maupun relawan kemanusiaan.

WBN

 

Share It.....